Perlombaan Aneh Yang Melibatkan Hewan

Menggunakan hewan dalam turnamen dan olah raga bukanlah suatu hal yang baru. Namun dalam sejarahnya, sebagian dari olah raga tersebut memiliki peraturan dan metode permainan yang begitu aneh. Berikut beberapa perlombaan aneh buatan manusia yang melibatkan hewan.
BALAP KURA-KURA
Kura-kura dikenal sebagai salah satu hewan paling lambat di dunia, jadi mengadu kura-kura dalam perlombaan adu kecepatan nampaknya bukanlah hal yang masuk akal dan terkesan membosankan. Namun tidak demikian halnya dengan sebagian orang, bagi mereka lomba balap kura-kura justru memiliki sisi hiburannya sendiri.
Lomba balap kura-kura pertama kali muncul pada tahun 1902 di Chicago, AS. Pada awalnya sebanyak 7 ekor kura-kura dilombakan oleh anak-anak di taman kota Chicago. Lomba tersebut turut diliput oleh surat kabar Chicago Tribune yang menyebutnya sebagai balapan paling aneh yang pernah ada.
Sejak tahun 1950-an, jalan utama di kota Longville, Minnesota, digunakan sebagai arena resmi ajang balap kura-kura. Peraturan dari ajang balap kura-kura ini terbilang sederhana. Kura-kura yang berhasil mencapai garis akhir paling awal akan keluar sebagai pemenang. Agar kura-kuranya mau bergerak menuju garis akhir, makanan kesukaan kura-kura akan ditaruh di garis akhir.
Dalam beberapa kasus, peserta yang terlalu bernafsu untuk menang bakal melakukan segala cara agar kura-kuranya dapat berlari lebih cepat, misalnya dengan memasang pemancar arus listrik di kepala kura-kura. Fenomena tersebut lantas menuai kecaman dari aktivis perlindungan hewan, salah satunya PETA yang sempat mengusulkan agar lomba balap kura-kura sebaiknya diganti dengan lomba balapan memakai bebek karet.
SABUNG UNTA
Di Indonesia, kita mengenal yang namanya praktik sabung ayam alias mengadu ayam jantan untuk bertarung satu sama lain. Kendati praktik ini sudah dilarang karena dianggap lekat dengan judi, nyatanya masih saja ada yang melakukan sabung ayam secara sembunyi-sembunyi.
Sedangkan di Turki, mereka mengenal yang namanya gulat unta. Sesuai dengan namanya, dalam kontes ini 2 ekor unta akan bertarung satu sama lain dengan cara saling mendorong dan mengaitkan lehernya. Seekor unta dinyatakan kalah jika unta tersebut kabur dari arena, berteriak kesakitan, atau jatuh tersungkur ke tanah.
Unta yang diadu dalam gulat ini adalah unta jantan. Agar unta-unta tersebut mau bertarung, unta betina akan diparadekan di hadapan mereka supaya kedua unta jantan tersebut mau bertarung agar dapat mengawini betina.
Praktik gulat unta sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Di Turki sendiri, praktik gulat unta paling sering ditemukan di kawasan Aegea, Turki barat. Gulat unta di kawasan tersebut biasanya diadakan pada bulan Desember hingga Maret.
Agar unta-unta yang diikutsertakan dalam turnamen ini tidak mengalami cedera parah atau kematian, seekor unta hanya boleh bertarung satu kali setiap harinya. Selain itu, durasi pertarungan antar unta juga dibatasi maksimal hanya 15 menit.
KANINHOP
Kelinci dikenal sebagai hewan yang mahir melompat. Kemahiran yang dimiliki oleh kelinci tersebut lantas menginspirasi sejumlah orang untuk membuat turnamen lompat galah khusus kelinci dengan nama “kaninhop”.
Kaninhop pada awalnya muncul di Swedia pada tahun 1980-an. Sejak itu, kompetisi ini menyebar keluar negeri dan masing-masing negara memiliki turnamen kaninhopnya sendiri-sendiri. Mulai dari Denmark, Jepang, hingga Australia.
Seiring dengan kian meningkatnya minat publik akan kaninhop, klub-klub khusus penggemar kaninhop pun sekarang bermunculan di berbagai belahan dunia. Di klub tersebut, para penggemar kaninhop dapat bertemu satu sama lain sambil melatih kelinci kesayangannya supaya bisa lebih mahir dalam kaninhop.
Peraturan dari kaninhop tidak berbeda jauh dengan lompat galah. Kelinci yang dilombakan akan digiring untuk berlari ke arah penghalang dan melompatinya. Pemenang kaninhop ditentukan berdasarkan tinggi lompatan, dan waktu yang dibutuhkannya untuk melewati penghalang.
Supaya kelinci yang dilombakan mau melompat, pelatihnya akan mengikatkan tali pada leher kelinci dan ikut berlari di samping kelincinya saat giliran melompat sang kelinci sudah tiba. Rekor terbaik kaninhop di dunia sekarang ini adalah lompatan setinggi 100 cm dan sejauh 3 meter.
MEMASUKKAN MUSANG KE CELANA
Dari sekian banyak olah raga dan lomba yang melibatkan hewan, mungkin tidak ada yang lebih aneh dibandingkan olah raga yang satu ini. Ferret legging adalah olah raga asal Inggris di mana pesertanya akan memasukkan musang (ferret) ke dalam celananya. Peserta yang dapat menjaga musangnya tetap berada di dalam celana selama mungkin, maka akan dinyatakan sebagai pemenang.
Ferret legging konon pertama kali dilakukan di kalangan penambang Yorkshire, Inggris. Kendati olah raga ini terkesan sederhana, dalam praktiknya olah raga ini tidaklah semudah kelihatannya. Tidak jarang olah raga ini berlangsung hingga berjam-jam lamanya.
Hanya kaum pria yang boleh mengikuti kompetisi ini. Peserta yang mengikuti turnamen ini akan memakai ikat pinggang dan mengikat bagian ujung kaki celananya agar musang yang sudah masuk ke dalam celana tidak bisa keluar. Peserta juga tidak diperbolehkan memakai celana dalam.
Permainan dimulai saat musang dimasukkan ke dalam celana peserta. Karena musang tersebut terjebak dalam ruangan yang sempit dan gelap, maka musang tersebut secara naluriah akan bergerak ke sana kemari. Di sinilah ketahanan masing-masing peserta diuji. Tidak jarang musang yang ada di dalam celana bertingkah panik dan kemudian menggigit atau mencakar sang peserta. Jika sudah begitu, peserta harus menahan diri atau menepuk-nepuk musangnya dari luar celana agar berhenti menggigit.
UMPAN TIKUS
Umpan tikus (rat baiting) adalah olah raga khusus hewan yang dulunya amat populer, namun sekarang sudah dilarang di banyak negara karena dianggap terlalu kejam. Di Inggris misalnya, olah raga ini sudah tidak lagi diadakan sejak tahun 1912.
Dalam olah raga ini, awalnya beberapa ekor tikus akan dilepaskan ke dalam arena yang berbentuk melingkar atau segi empat. Arena tersebut memiliki dinding yang tinggi dan rata , dengan tujuan tikus yang sudah masuk ke dalamnya tidak bisa memanjat keluar.
Satu atau dua ekor anjing kemudian dilepaskan ke dalam arena, dan tugas dari anjing tersebut adalah membunuh tikus secepat mungkin. Permainan dinyatakan berakhir saat semua tikus yang ada di dalam arena mati dibunuh oleh anjing.
Yang membuat olah raga ini begitu menarik pada masanya, khususnya di kalangan pecinta judi, karena dalam olah raga ini penonton diminta menebak-nebak waktu yang dibutuhkan oleh anjing untuk membunuh tikus dalam jumlah tertentu di arena. Jika tebakannya tepat, maka ia dapat membawa pulang hadiah uang.
Olah raga ini dianggap kejam bukan semata-mata karena dianggap sebagai bentuk penyiksaan terhadap tikus, tetapi juga terhadap anjing.
Sebabnya saat akan dibunuh oleh anjing, tidak jarang tikus yang terpojok melawan balik dengan gigih. Akibatnya, anjing yang mengikuti olah raga ini beresiko terkena infeksi atau bahkan kehilangan salah satu matanya akibat digigit oleh tikus.
