Penjara merupakan tempat yang pada umunya dihindari oleh siapapun, pasalnya saat seseorang berada di dalam penjara ia tidak dapat bebas berpergian. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa orang ini, pasalnya mereka justru merasa kalau hidup mereka lebih baik jika mereka ditempatkan dalam sel penjara. Berikut ini adalah beberapa kasus di mana orang lebih memilih untuk meringkuk di penjara.

BERTEMU IDOLA

Francesco Totti bukanlah nama yang asing bagi mereka yang mengikuti sepak bola. Pria berkebangsaan Italia ini kerap dipandang sebagai contoh kesetiaan, karena sepanjang karir profesionalnya sebagai pesepak bola Totti hanya bermain untuk klub AS Roma. Berkat pesona dan bakat yang ia tunjukkan setiap kali berada di atas lapangan hijau, Totti pun senantiasa mengundang decak kagum saat masih aktif bermain.

Pada tahun 2018, Totti merilis buku biografi dirinya yang berjudul “Un Capitano” (Sang Kapten). Di dalam bukunya, Totti menjelaskan kalau pada tahun 2006 dirinya sempat berkunjung ke sebuah penjara di Italia tidak lama sesudah tim nasional Italia berhasil memenangkan Piala Dunia 2006 di Jerman.

Dalam kunjungan tersebut, seorang pria terlihat mendorong-dorong narapidana lainnya sambil berteriak “Saya! Saya!” supaya bisa berada sedekat mungkin dengan Totti. Narapidana tersebut akhirnya memperoleh kesempatan untuk berada di samping Totti, dan kemudian mengambil foto bersama.

Tidak lama sesudah peristiwa itu, seseorang menjelaskan kepada Totti kalau orang yang berfoto dengannya tadi aslinya sudah selesai menjalani masa tahanannya. Namun begitu ia mengetahui kalau Totti bakal berkunjung ke penjara tempatnya ditahan, ia pun meminta kepada pengelola penjara agar masa tahanannya diperpanjang hingga beberapa minggu. Pengelola penjara terpaksa menuruti permintaannya, karena napi tersebut mengancam bakal melakukan tindak kriminal jika permintaannya sampai tidak dituruti.

BOSAN BERMAIN GAME

Pada tahun 2012, seorang remaja asal Selandia Baru dijatuhi hukuman tahanan 11 bulan atas tindak kejahatan yang tidak dijelaskan. Namun, remaja tersebut tidak perlu menjalani hukumannya di sel penjara dan hanya dijatuhi hukuman tahanan rumah. Untuk membunuh kebosanan selama menjalani tahanan rumah, remaja itupun menghabiskan waktu dengan bermain game di konsol Xbox miliknya.

10 bulan berlalu, remaja tersebut sudah menyelesaikan semua game Xbox yang ia miliki. Merasa begitu jenuh dan tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan, remaja tersebu kemudian meminta kepada petugas yang ada di rumahnya untuk mengirimnya ke sel penjara.

Walau permintaannya terdengar aneh, polisi menuruti keinginan pemuda tersebut. Pemuda itupun lalu menghabiskan bulan terakhir masa hukumannya dengan menginap di balik jeruji besi, jauh dari Xbox yang selama ini menemaninya selama dihukum.

DIPENJARA 33 TAHUN KARENA SUKA ANGKA 33

Pada bulan Oktober 2005, Pengadilan Oklahoma di AS menjatuhkan hukuman penjara 30 tahun kepada Eric Torpy atas kasus perampokan dan percobaan pembunuhan. Namun bukannya mencari cara agar hukuman penjaranya dicabut atau diperpendek, Torpy justru malah meminta supaya hakim memperpanjang masa tahanannya menjadi 33 tahun.

Torpy meminta hal nyeleneh tersebut agar masa tahanannya sama dengan nomor punggung 33 yang dipakai oleh pebasket Larry Bird. Walaupun permintaannya jelas terkesan janggal, hakim memutuskan untuk mengabulkan permintaan Torpy.

Setelah dikabulkan, Torpy justru mengutuk dirinya sendiri kenapa ia mengajukan permintaan sekonyol itu. Pasalnya, Torpy tidak menyangka kalau kehidupan di dalam penjara lebih keras dari yang ia bayangkan. Ia juga mengaku hanya bercanda di depan hakim, dan menyalahkan hakim yang menuruti permintaannya begitu saja.

Torpy sendiri diketahui memang tergila-gila akan segala hal yang berunsur angka 33. Di masing-masing sikutnya, ia memiliki tato bergambar angka 3. Yang menarik, jika sudah memasuki tahun 2033, Torpy memiliki peluang untuk meminta pembebasan bersyarat kepada hakim.

JAUH DARI ISTRI

Walid Chaabani adalah seorang pria asal Livorno, Italia yang dijatuhi hukuman tahanan rumah akibat kasus narkoba. Namun saat ia tengah menjalani hukumannya, ia berulang kali terlibat cekcok dengan istrinya. Merasa tidak tahan lagi dengan istrinya, pada tahun 2014 Chabaani nekat melarikan diri keluar rumah walau ia dilarang meninggalkan rumah selama menjalani hukuman.

Di hadapan polisi, Chabaani berkata kalau ia nekat melarikan diri keluar rumah karena memiliki masalah dengan istrinya. Ia lantas meminta kepada polisi supaya dirinya menjalani hukuman di penjara, agar ia tidak perlu lagi sering-sering berhadapan dengan istrinya. Polusi setuju dan Chabaani pun sejak itu menjalani sisa masa hukumannya di balik jeruji besi.

Chabaani bukanlah satu-satunya orang yang meminta dimasukkan ke dalam penjara akibat memiliki masalah dengan istrinya. Di tahun 2014, seorang pria asal Roma, Italia, meminta supaya dirinya dijebloskan ke dalam penjara seusai bertengkar hebat dengan istrinya. Kebetulan saat itu pria yang bersangkutan sedang menjalani masa tahanan rumah berdurasi 8 bulan.

Pria tersebut diketahui memang sering bertengkar dengan istrinya. Begitu panasnya pertengkaran yang terjadi, keributan di antara keduanya sampai terdengar oleh para tetangga. Sesudah 3 bulan menjalani masa tahanan rumahnya, pria tersebut akhirnya meminta kepada polisi supaya dirinya dipindahkan ke penjara.

Pria tersebut khawatir jika dirinya harus tetap menjalani hukuman di rumahnya, kejadian yang tidak diharapkan bakal menimpa dirinya atau istrinya. Atas pertimbangan tersebut, pria itupun kemudian dipindahkan ke penjara dan menjalani 5 bulan sisa masa hukumannya di sana.

MENDAPAT MAKAN DAN TEMPAT TINGGAL

Pada bulan Juli 2011, Lance Brown dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman pidana terkait kasus perampokan. Namun begitu ia menghirup udara bebas, dia justru dilanda kebingungan karena hidup di luar jeruji besi ternyata tidak semudah dari yang awalnya ia bayangkan karena ia dibebaskan tanpa memiliki tempat tinggal.

Merasa putus asa, Brown pun memutar otak agar ia dijebloskan kembali ke dalam penjara. Pada awalnya, Brown pergi menemui Billy Johnston selaku petugas penjara tempat Brown dulu ditahan. Brown meminta kepada Johnston supaya dirinya kembali penjara, namun permintaan Brown tersebut jelas langsung ditolak oleh Johnston.

Brown ternyata masih ngotot kembali ke balik jeruji besi entah bagaimana caranya, maka ia pun nekat mengirim pesan ancaman pembunuhan kepada presiden Barrack Obama. Namun karena ancaman tersebut dianggap tidak serius dan tidak memiliki dasar kuat, Brown tidak sampai dijebloskan ke dalam penjara.

Brown yang tidak menyerahm, kemudian mengambil batu bata dan melemparkannya ke jendela gedung pengadilan. Akibat tindakan Brown ini, jendela bangunan mengalami kerusakan dan ia pun ditangkap oleh polisi. Setelah menjalani hukuman penjara selama 9 bulan, Brown berkata di hadapan hakim kalau alasannya melakukan pelemparan adalah agar dirinya ditangkap dan memperoleh makanan serta tempat tinggal gratis di penjara.

Setelah memeriksa bukti-bukti yang ada dan mendengarkan pengakuan dari Brown, pengadilan lantas memutuskan kalau Brown akan tetap dipenjara hingga beberapa masa berikutnya, serta masa percobaan hukuman selama 3 tahun. Saat Brown akhirnya selesai menjalani hukumannya, Brown dibebaskan sambil tetap menerima pengawasan supaya tidak ada gelandangan lain yang terinspirasi untuk meniru tindakannya.