Aksi Balas Dendam Hewan Kepada Manusia

Siapa bilang hanya manusia yang bisa menyimpan dendam, ternyata hewan pun juga dapat menyimpan dendam. Perasaan dendam biasanya identik dengan manusia yang merasa tersakiti akibat diperlakukan tidak adil atau dilukai oleh orang lain, karena merasa dilukai maka orang biasanya akan melakukan balas dendam agar rasa sakit hatinya hilang.
Ternyata, ada pula kisah tentang hewan yang melakukan balas dendam. Walau terdengar aneh, nyatanya hal ini benar terjadi. Hewan pun dapat merasa marah jika di ganggu atau diperlakukan tidak adil oleh manusia. Tidak hanya marah, ada pula hewan yang melakukan balas dendam pada manusia.
Berikut beberapa kasus balas dendam hewan pada manusia.
ANJING
Pada tahun 2015 yang lalu, seorang pria di Chongqing, China melihat seekor anjing tengah tertidur di area parkir miliknya saat baru saja pulang bekerja. Namun bukannya mengusir anjing itu, pria tersebut justru langsung keluar dari mobilnya dan menendang anjing yang sedang tidur itu hingga terpelanting. Tidak lama kemudian, ia pun memarkir mobilnya dan memasuki rumah.
Tapi tanpa ia duga, anjing yang ia tendang tadi ternyata menyimpan dendam. Saat pria tadi sudah masuk kerumah, anjing tersebut kembali bersama beberapa anjing lain dan mulai menggigiti mobil milik orang tadi. Pagi harinya saat pria itu bangun, ia terkejut melihat mobilnya sudah penuh dengan bekas gigitan dan juga goresan akibat cakaran hewan. Tetangga pria itu kemudian bercerita, bahwa ada segerombolan anjing yang terus menggigiti mobil pria itu. Pria itu kemudian menyadari, bahwa anjing yang ia tendang melakukan balas dendam padanya.
GAJAH
Pada bulan Juli 2016 yang lalu beberapa desa di sekitar hutan Champua di Keonjhar, India, mengalami teror mengerikan dengan datangkan kawanan besar gajah yang marah dan merusak apapun yang mereka lihat. Saat itu setidaknya ada 15-16 gajah yang keluar dari hutan dan melakukan pengrusakan secara membabi buta di desa yang mereka lewati. Akibat serang yang berlangsung selama kurang lebih 2 minggu ini, puluhan rumah rata dengan tanah dan menyebabkan banyak warga harus tinggal di tenda atau bahkan tidur di bawah pohon.
Setelah dilakukan penyelidikan, diduga serangan kawanan gajah ini dipicu oleh kematian gajah yang terjadi pada tanggal 11 Juli 2016. Saat itu sekelompok pemburu memasuki hutan untuk memburu gajah dan mengambil gadingnya. Mereka pun berhasil, saat perangkap racun yang mereka pasang berhasil membunuh seekor gajah. Namun saat para pemburu ini tengah memotong gading gajah tadi, ternyata ada gajah lain yang melihat. Gajah itu kemudian mengejar para pemburu tadi sampai ke desa terdekat. Setelah itu gajah tadi kembali lagi bersama kawananya, dan mulai melakukan pengrusakan pada desa-desa di sekitar hutan.
GURITA
Mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya Gurita merupakan hewan yang cukup cerdas. Berbeda dengan kebanyakan hewan laut lain, gurita memiliki penglihatan dan daya ingat yang cukup bagus. Karena itu gurita dapat membedakan manusia yang ia lihat. Jadi saat ada orang yang melakukan hal buruk pada gurita, maka hewan ini kemungkinan besar akan mengingatnya.
Salah satu contohnya adalah apa yang dilakukan oleh seekor Gurita bernama Truman yang tinggal di sebuah Aquarium di New Englang, Boston, Amerika. Karena selalu mendapat perilaku jahil dari seorang relawan wanita di aquarium tersebut, suatu hari Truman melakukan balas dendam dengan menyemprotkan air pada wanita tersebut hingga basah kuyup.
Belakangan diketahui jika wanita yang bekerja sebagai relawan sementara tersebut suka memercikan air di sekitar aquarium yang di tempat Truman, hal ini ternyata membuat Truman merasa terganggu dan melakukan balas dendam.
HARIMAU
Tidak ada yang meragukan, jika harimau merupakan salah satu hewan paling berbahaya dan mematikan di dunia. Oleh karena itu, hanya orang bodoh yang berani macam-macam atau bahkan mengganggu sang raja hutan ini. Salah satu contoh dari betapa berbahayanya predator ini dapat kita lihat pada kasus yang terjadi di Seethathodu, Kerala, India, pada tahun 2016 yang lalu. Seekor Harimau jantan mengamuk dan menyerang beberapa orang yang memasuki hutan dengan brutal, hingga membunuh salah satu orang dan melukai beberapa orang lainya.
Peristiwa ini sendiri tidak terjadi secara kebetulan, karena harimau jantan itu memang sudah menunggu orang-orang tersebut untuk membalas dendam. Belakangan diketahui, jika orang-orang yang diserang oleh harimau jantan ini beberapa hari sebelumnya sudah memasuki hutan. Saat itu mereka secara tidak sengaja bertemu dengan seekor harimau betina dan anaknya, dan tanpa basa-basi seorang yang ada dalam kelompok itu langsung menembak harimau tadi dan anaknya. Mereka bahkan kemudian menguliti harimau itu, dan membawa kulitnya pulang ke rumah.
Hal ini ternyata membuat harimau jantan itu marah, karena anak dan betinanya di bunuh. Alhasil harimau tadi menunggu orang-orang tadi kembali kehutan dan menyerang mereka, namun tidak hanya sampai disitu karena selama 2 bulan kemudian harimau ini juga terus menyerang siapaun yang memasukai hutan.
UNTA
Sekilas unta mungkin terlihat sebagai hewan yang malas dan lamban, namun hewan yang biasa hidup di padang pasir ini sebenarnya lumayan cerdas. Hewan yang terkenal dengan kemampuanya menyimpan air inim bahkan mampu mengingat semua hal yang pernah dialami. Karena itu jangan pernah membuat Unta marah, karena mereka tidak akan lupa dan bahkan mungkin melakukan balas dendam.
Seperti contohnya pada kasus yang menimpa seorang pria bernama Ujaram yang berasal dari desa Mangta, Rajasthan, India yang harus menerima ajalnya dengan tragis oleh unta peliharaannya sendiri. Ujaram ditemukan dengan kondisi yang mengerikan, setelah kepalanya putus akibat di gigit Unta miliknya sendiri. Kejadian mengerikan ini berawal saat Ujaram yang keasikan menjamu tamu di rumahnya, lupa dengan unta yang ia ikat di tengah terik matahari.
Karena panas dan tidak dapat melepaskan ikatanya, unta tadi tampaknya jadi sangat marah. Saat Ujaram mendekatinya, unta tadi langsung menggigit kemala Ujaram dan membanting-banting tubuhnya sampai kepala Ujaram putus. Setelah kepala majikanya putus, unta ini bahkan mengunyah kepala Ujaram. Untuk menghentikan amarah unta ini, warga desa butuh 25 orang lebih untuk menenangkan unta tersebut.
