Fotografer Kontroversial Di Dunia

Fotografer adalah suatu profesi di bidang seni yang berkaitan dengan proses membidik suatu objek tertentu, sehingga mampu menciptakan sebuah karya foto dan atau gambar yang menarik dan memiliki nilai seni. Profesi fotografer sendiri telah ada sejak zaman dulu, bedanya pada masa waktu itu proses pengambilan gambarnya berbeda, karena perangkat kameranya saja sudah tidak sama dan selain itu fotografer zaman dulu tidak mengenal proses editing.
Berbeda halnya dengan fotografer saat ini, berbagai macam jenis kamera serta pengambilan gambar bahkan proses editingnya pun bermacam-macam. Sehingga objek yang kesannya biasa, mampu menjelma menjadi sebuah karya seni fotografi yang menakjubkan. Seperti beberapa karya fotografer berikut ini, begitu menakjubkannya hingga memicu kontroversi dan bahkan menjadi karya fenomenal.
Berikut beberapa fotografer paling kontroversial di dunia.
GARY GROSS
Amerika Serikat memang dari dulu dikenal sebagai negara yang sangat akrab dengan kebebasan. Mulai dari hal memeluk agama, prinsip hingga gaya hidup yang mendobrak norma pun seolah bukan hal yang aneh atau tabu lagi. Seperti halnya sebuah potret fotografi karya fotografer Garry Gross di tahun 1975 yang menimbulkan kontroversi. Diketahui pada masa 1975 waktu itu, kasus kejahatan seksual pada anak atau pedofilia marak di Amerika Serikat.
Saat itu juga ada seorang bocah perempuan berusia 10 tahun yang dikenal sebagai ikon atau simbol seks anak-anak, bahkan orang dewasa. Dia adalah Brooke Shields, dan Garry Gross pun menemuinya untuk kemudian dipotret dalam kondisi telanjang atau bugil. Tidak disangka-sangka sang ibu dari Brooke Shields pun menyetujuinya dan menandatangani kontrak senilai USD 450 untuk sebuah foto telanjang putrinya yang akan dipakai untuk cover parfum dari Playboy, yaitu Sugar n Spice.
Di tahun 1981, Brooke Shields berusaha mencegah beredarnya foto dirinya telanjang agar tidak semakin meluas. Sayangnya di tahun 1983, pengadilan menyatakan bahwa foto tersebut bukanlah termasuk kategori pornografi. Hal itu semakin menguat, karena terdapat tanda tangan sang ibu yang tertorehkan di atas kontrak tertulis waktu itu. Pada akhirnya, foto tersebut dapat ditarik tahun 2009.
JILL GREENBERG
Setiap fotografer pasti memiliki aliran-aliran sendiri, karena sama halnya dengan pelukis pun seorang fotografer memang punya berbagai macam aliran yang sesuai dengan objek-objek yang selalu mereka bidik. Tidak terkecuali dengan Jill Greenberg, fotografer perempuan berkebangsaan Amerika Serikat ini terkenal dengan keahliannya dalam membidik potret wajah manusia dan juga binatang.
Begitu banyak karya-karya fotografinya yang menuai berbagai macam pujian dan sanjungan dari Masyarakat, bahkan juga fotografer lainnya. Salah satu mahakarya fotografinya yang berhasil ia buat adalah sekumpulan foto anak-anak yang dijadikan dalam satu buku dengan judul End Times. Terbitnya buku fotografi ini sendiri bertepatan dengan terpilihnya George W. Bush sebagai presiden Amerika Serikat di tahun 2000. Pada buku fotografi End Times itu sendiri, berbagai macam foto anak-anak ditampilkan dengan ekspresi menangis.
Jill Greenberg bekerjasama dengan para orang tua objek untuk memancing anak-anak tersebut menangis, misalnya dengan membuang mainan mereka ke tempat sampah dan cara lainnya. End Times ini dibuat dengan maksud menunjukkan ketidakberdayaan anak-anak.
JOEL PETER WITKIN
Joel Peter Witkin adalah seorang fotografer yang memiliki ciri khas potret karyanya seringkali bernuansa hitam putih, tidak terkecuali dengan satu karya fotografinya yang paling kontroversial pun juga lekat dengan warna hitam dan putih. Selain akrab dengan hitam putih, sasaran objek dari Joel Peter Watkin pun terbilang aneh jika dibandingkan dengan fotografer lainnya. Joel seringkali membidik hal-hal yang berbau dengan disabilitas, mayat dan hal-hal unik lainnya.
Feast of Fools adalah salah satu karyanya yang paling kontroversial, dimana Joel membidik objeknya di sebuah rumah sakit yang berlokasi di Mexico City. Bukan rumah sakitnya yang mengundang kontroversi, melainkan objek apa saja yang dibidik saat itu. Seorang mayat bayi, potongan beberapa tubuh yang disebabkan mutilasi seperti kaki dan tangan ditata sedemikian rupa dengan berbagai macam buah-buahan di sekelilingnya adalah model yang ditampilkan dalam foto berwarna hitam putih tersebut.
Potongan tubuh serta mayat bayi tersebut benar-benar nyata, bukan boneka duplikat atau semacamnya. Tidak disangka, mayat serta potongan tubuh tersebut Joel peroleh di rumah sakit tersebut atas persetujuan pihak rumah sakit.
RON GALELLA
Bagi para fotografer mancanegara atau orang-orang yang gemar dengan dunia fotografi, pasti tidak terlalu asing dengan nama Ron Galella. Ron Galella adalah seorang fotografer kelahiran 10 Januari 1931 berkebangsaan Amerika Serikat. Nama Ron Galella tidak hanya terkenal berkat karya-karya fotografinya saja, lebih dari itu Ron Galella disebut sebagai maestro atau nenek moyangnya paparazzi.
Paparazzi sendiri adalah julukan bagi fotografer lepas yang hobi membuntuti dan membidik tokoh terkenal tanpa disadari oleh si objek. Maka dari itu, jika berbicara tentang membuntuti dan memotret tokoh terkenal secara candid, Ron Galella salah satu masternya. Padahal, awal karirnya sebagai fotografer diawali saat ia bekerja sebagai fotografer untuk Angkatan Udara Amerika Serikat di tahun 1950. Di tahun berikutnya, ia mulai membidik tokoh terkenal maupun selebriti dan mulai merasa nyaman dengan aliran ini.
Dari sekian banyak foto hasil dia menjadi paparazzi, salah satunya yang kontroversial adalah saat ia terlihat sangat terobsesi membidik Jacqueline Kennedy Onassis yang saat itu tengah menjadi ibu negara. Begitu banyak dan seringnya ia memotret Jackie K. Onassis, ia pun mendapat surat peringatan untuk selalu berada dalam jarak 25 kaki dari tempat Jackie K. Onassis. Walau demikian, justru karya-karya Ron Galella dalam memotret ibu negara tercantik yang pernah dimiliki Amerika Serikat tersebut hingga kini menjelma menjadi mahakarya yang tidak hanya kontroversial namun juga bernilai seni.
STEVEN MEISEL
Steven Meisel, merupakan salah satu fotografer terkenal di dunia yang begitu sering memancing kontroversi melalui karya-karya fotografinya. Pria kelahiran tahun 1954 ini adalah fotografer fashion yang berarti secara special dan khusus seringkali memotret untuk bahan fashion, majalah, dan lainnya. Di industri fashion dan fotografi pun, nama dan karya-karyanya tidak perlu diragukan lagi. Beberapa diantaranya yang terkenal adalah sekumpulan foto-foto yang ia potret secara khusus untuk kepentingan buku seks Queen of Pop, yaitu Madonna.
Tidak hanya itu, Steven Meisel juga pernah membuat sebuah proyek fotografi yang ia beri judul Make Love Not War. Dalam maha karyanya tersebut, ia mengajak para modelnya terjun langsung ke lokasi zona peperangan untuk melakoni sebuah pemotretan. Dalam karya-karya tersebut, Steven Meisel menggambarkan objek model wanita berpakaian seksi dan minim tengah menggoda objek model pria yang digambarkan sebagai tentara yang berpakaian seragam militer.
Karya Make Love Not War itupun seolah dibuat untuk mengilustrasikan atau menggambarkan kondisi zona perang, dimana para militant juga kerap kali tidak kuasa menahan naluri biologisnya. Gara-gara Make Love Not War ini, Steven Meisel dituduh telah melakukan eksploitasi seks pada perang dan sejenisnya.
