Kondisi medis mengenai penyakit langka dan aneh biasanya diperlihatkan dalam film atau cerita fiksi. Namun faktanya, dalam dunia medis ada penyakit-penyakit yang tergolong aneh dan langka. Beberapa penyakit langka ini beberapa tidak hanya aneh tapi juga menyeramkan.

Berikut ada beberapa penyakit yang aneh dan nyata ada di dunia nyata.

ANALGESIA KONGENITAL

Analgesia kongenital, merupakan penyakit langka yang menghambat kemampuan individu untuk meraba dan merasakan sakit secara fisik. Kurangnya kesadaran akan rasa sakit ini sering mengakibatkan penumpukan luka, memar, patah tulang, dan masalah kesehatan lainnya yang mungkin tidak terasa atau terditeksi.

DELUSI COTARD

Bagi penderita Delusi Cotard, mereka meyakini bahwa mereka sudah mati dan membusuk atau kehilangan bagian tubuhnya. Penderita Delusi Cotard ini menolak makan atau mandi, karena khawatir semakin merusak tubuhnya yang membusuk. Penyakit ini merupakan kondisi neuropsikiatri langka yang disebabkan adanya kegagalan di area otak tertentu dalam mengenali emosi.

ENSEFALITIS LETHARGICA

Ensefalitis lethargica mengakibatkan perilaku neuropsikiatri yang aneh serta rasa ngantuk yang hebat, sehingga membuat penderita seperti dalam keadaan koma. Gejala umum dari penyakit langka ini adalah kekakuan otot. Penyebab Ensefalitis lethargica hingga saat ini masih menjadi sebuah misteri. Pada sekitar tahun 1916-1930 diperkirakan setengah juta orang di Eropa terpapar epidemi ensefalitis lethargica.

FIBRODYSPLASIA OSSIFICANS PROGRESSIVA

Penyakit langka ini merupakan kelainan genetik yang mengubah jaringan lunak penderita menjadi tulang setelah mengalami cedera atau trauma lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan persendian dan otot yang lunak menjadi kaku dan menyatu.

PENYAKIT MORGELLONS

Bagi penderita kondisi medis ini, mereka mengaku merasakan sensasi seperti ada sesuatu yang merayap, menggigit, dan menyengat di tubuh mereka, seolah-olah tubuh mereka dipenuhi oleh serangga. Beberapa orang bahkan ada yang melaporkan kasus aneh berupa munculnya benang atau serat berwarna gelap yang muncul dari dalam kulit mereka.

SINDROM ALICE IN WONDERLAND

Mereka yang menderita sindrom ini, merasa bahwa dirinya menyusut atau mengembang dengan cepat, dan percaya bahwa objek terlihat lebih kecil dari yang sesungguhnya. Penelitian mengenai sindrom ini mengaitkan kondisi tersebut dengan sakit kepala migrain. Lewis Carroll, penulis buku Alice in Wonderland, diyakini menderita migrain parah, dan kondisi tersebut yang menginspirasinya dalam membuat cerita tersebut.

SINDROM KEPALA MELEDAK

Bagi penderita sindrom kepala meledak, biasanya mereka mengeluh sering mendengar suara yang keras, seperti suara tembakan atau benturan di kepala mereka sendiri. Andai tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan tidur aku dan parah.

SINDROM PRADER WILLI

Sindrom Prader Willi, merupakan kondisi genetik kompleks yang memengaruhi banyak bagian tubuh. Sebagian besar penderita yang terkena sindrom ini memiliki nafsu makan yang tidak pernah terpuaskan di masa kecilnya. Oleh karena itu, mereka akan makan dengan berlebihan dan dapat mengakibatkan obesitas kronis. Sindrom ini diyakini dapat membuat mereka terus makan hingga akhirnya meninggal.

WABAH MENARI

Dancing plague atau wabah menari, pernah terjadi sekitar abad ke 14 hingga ke 17 di Benua Eropa. Wabah ini diyakini telah membuat warga di kota Aachen, Jerman berlari keluar rumah menuju jalan, dan mereka mulai menari tidak terkendali. Penyakit langka ini membuat mereka akan terus menari hingga pingsan kelelahan. Selain itu, ada pula yang beberapa tulang rusuknya patah, ada juga yang terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal.