Di wilayah yang kemudian disebut Mesopotamia oleh bangsa Yunani, Sumeria, berkembang pesat antara sekitar 4.500-1.900 SM. Sumeria adalah peradaban yang bertanggung jawab atas penemuan teknologi baru, dan pengembangan penggunaan teknologi yang sudah ada dalam skala besar. Bangsa Sumeria, yang tinggal di daerah yang terletak di antara sungai Tigris dan Efrat di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Irak selatan. Sumeria mengembangkan teknologi yang secara fundamental memengaruhi cara manusia bercocok tanam, membangun tempat tinggal, mencatat waktu, dan berkomunikasi.

Sebagian besar aktivitas mereka disebabkan oleh kurangnya sumber daya alam, daerah tersebut memiliki sedikit pohon dan hampir tidak ada batu atau logam. Dan berarti mereka harus memanfaatkan bahan-bahan seperti, tanah liat secara cerdik untuk segala hal, mulai dari batu bata hingga tablet tulis. Namun, kejeniusan mereka yang sebenarnya kemungkinan besar terletak pada kemampuan organisasi, karena mereka memiliki kemampuan untuk mengadaptasi teknologi yang telah ditemukan di tempat lain dan menerapkannya dalam skala besar yang memungkinkan mereka untuk berdagang dengan peradaban tetangga.

Berikut beberapa penemuan bangsa Sumeria yang mengubah dunia.

ASTROLOGI DAN KALENDER LUNAR

Bangsa Sumeria adalah astronom pertama yang memetakan bintang-bintang ke dalam rasi bintang terpisah, seperti yang kemudian diamati oleh bangsa Yunani kuno. Mereka juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi lima planet yang terlihat dengan mata telanjang. Mereka mendokumentasikan pergerakan bintang dan planet untuk berbagai alasan. Pertama, mereka menggunakan simbol astrologi untuk memprediksi pertempuran di masa depan dan keberuntungan negara-kota, dan juga mencatat bulan mereka dari awal matahari terbenam dan bulan sabit pertama.

Fase-fase bulan juga digunakan untuk membuat kalender lunar. Tahun mereka terdiri dari dua musim, yang pertama adalah musim panas yang dimulai dengan ekuinoks musim semi, dan yang lainnya adalah musim dingin yang dimulai dengan ekuinoks musim gugur.

FABRIKASI TEMBAGA

Bangsa Sumeria adalah yang pertama menggunakan tembaga, salah satu logam non-mulia tertua sejak sekitar 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. Dalam pengolahan tembaga, mereka mampu membuat mata panah, pisau cukur, dan tombak, dan kemudian pahat, bejana, dan kendi. Benda-benda yang dibuat dengan ahli ini membantu pertumbuhan signifikan kota-kota Mesopotamia seperti Uruk, Sumer, Ur, dan al’Ubaid.

Bangsa Sumeria juga merupakan bangsa yang pertama kali menggunakan senjata tembaga, karena mereka menciptakan pedang, tombak, gada, ketapel, dan pentungan untuk tujuan tersebut. Bersamaan dengan penemuan roda, teknologi-teknologi ini merevolusi dunia militer.

MENULIS

Walau tidak sepenuhnya pasti, kemungkinan besar bangsa Sumeria adalah yang pertama mengembangkan sistem tulisan. Pada tahun 2800 SM, mereka menggunakan komunikasi tertulis untuk mencatat barang-barang yang mereka produksi dan perdagangkan. Catatan teks paling awal mereka hanyalah angka dan komoditas, bukan karya prosa yang panjang.

Awalnya, digunakan piktogram, yang pada dasarnya adalah gambar berbagai objek. Piktogram kemudian berkembang menjadi simbol yang mewakili kata dan bunyi. Para juru tulis menggunakan buluh yang diasah untuk menggores simbol-simbol tersebut ke dalam tanah liat basah, yang kemudian mengering membentuk tablet. Sistem tulisan ini kemudian dikenal sebagai aksara paku (cuneiform), yang kemudian dipinjam oleh peradaban lain dan digunakan di seluruh Timur Tengah selama sekitar 2.000 tahun dan baru digantikan pada era Romawi saat bentuk alfabet diperkenalkan.

MONARKI

Bangsa Sumeria menyebut tanah mereka sebagai ‘tanah orang berkepala hitam’. Bangsa ini bertanggung jawab atas pengembangan sistem pemerintahan monarki pertama, karena negara-negara paling awal membutuhkan seorang penguasa untuk memerintah banyak orang yang tinggal di wilayah yang luas. Sebelum sistem monarki, para pendeta memerintah sebagai hakim perselisihan, penyelenggara ritual keagamaan, administrator perdagangan, dan pemimpin militer.

Namun, dibutuhkan otoritas yang sah, sehingga muncul teori bahwa raja dipilih secara ilahi, dan kemudian, kekuatan ilahi itu sendiri. Raja pertama yang dikonfirmasi adalah Etana dari Kish yang memerintah sekitar tahun 2600 SM.

RODA

Bangsa Sumeria adalah yang pertama menggunakan potongan kayu berbentuk lingkaran sebagai roda untuk membawa benda-benda berat dengan cara menyatukannya dan menggulirkannya, dengan roda tertua yang masih ada dari Mesopotamia berasal dari sekitar 3.500 SM.

Mereka tidak menciptakan kendaraan beroda, tetapi kemungkinan besar mengembangkan kereta kuda beroda dua pertama dengan mengebor lubang melalui rangka kereta untuk membuat poros, yang kemudian menghubungkan roda-roda tersebut untuk membentuk kereta kuda. Kereta kuda ini kemungkinan besar digunakan dalam upacara atau oleh militer, atau sebagai alat untuk melewati medan yang sulit di pedesaan.

SISTEM PENGHITUNGAN

Manusia purba menghitung menggunakan metode sederhana, seperti mengukir torehan pada tulang. Namun, bangsa Sumeria mengembangkan sistem angka formal berdasarkan satuan 60 yang dikenal sebagai sistem seksagesimal, yang berevolusi dari kebutuhan untuk menciptakan kebijakan perdagangan dan perpajakan. Kerucut tanah liat kecil digunakan untuk menunjukkan angka 1, bola untuk 10, dan kerucut tanah liat besar untuk 60. Versi awal abakus ditemukan oleh bangsa Sumeria antara tahun 2700 dan 2300 SM. Dengan perkembangan aksara paku, tanda vertikal digunakan pada tablet tanah liat. Pemberian simbol pada angka-angka besar semakin diperlukan karena pengaruh langit malam, yang dilacak oleh bangsa Sumeria untuk mempersiapkan kalender lunar.