Acara TV Paling Berbahaya Di Dunia

Saat ini untuk mendapatkan ketenaran, bayak orang rela melakukan apapun, mulai dari bertingkah konyol membuat sensasi bahkan mengikuti acara-acara TV yang masuk dalam kategori dapat menahayakan nyawa. Mereka rela berpartispasi dalam acara dengan konsep berbahaya yang dapat menciderai tubuh mereka hingga yang paling paling fatal, yaitu kematian.
Kebanyakan orang-orang ini tidak mengerti dengan konsep acara yang mereka ikuti dan asal menandatangi kontrak dengan tim produksi yang kadang tidak mau bertanggung jawab dengan resiko yang di terima peserta. Yang menjadi fokus utama mereka hanya ratting pemirsa, dan kepopuleran acara yang mereka buat. Namun, itulah realitas dari dunia pertelevisian saat ini yang terkadang menyingkirkan asas kemanusiaan. Mereka berlomba-lomba untuk bisa menarik minat penonton, walau harus dengan menampilkan hal-hal yang tidak wajar dan cenderung dapat membahayakan nyawa pesertanya. Berikut beberapa acara TV paling berbahaya di dunia.
Born In The Wild – Lifetime Chanel
Melahirkan merupakan sebuah proses hidup dan mati bagi seorang wanita. Namun entah apa yang ada dipikiran para penggagas acara yang bernama Born In The Wild, hingga membuat sebuah acara yang mengusung konsep melahirkan di alam liar. Dalam acara yang tayang di Lifetime Chanel ini, mereka menawarkan pada Ibu-Ibu yang tengah hamil untuk mencoba pengalaman melahirkan di alam liar tanpa bantuan dokter, obat penahan sakit, dan juga saluran air bersih. Ini tentu merupakan hal yang sangat berbahaya untuk sang ibu maupun bayi, karena jika sampai terjadi kesalahan nyawa keduanya dalam bahaya. Tapi anehnya ternyata banyak wanita hamil yang tertarik dengan konsep acara nyeleneh ini. Para wanita ini beralasan mereka tidak percaya pada dokter, dan mereka ingin merasakan kontrol penuh atas kelahiran bayinya hingga alasan keyakinan.
Seorang partisipan acara ini yang bernama Audrey Bird, mengatakan sebelum ia mengikuti acara ini ia sempat berkonsultasi pada dokter. Namun jawaban dokter itu justru ia nilai tidak menghormati pilihanya, karena sang dokter berkata bahwa melahirkan di alam liar adalah tindakan yang gila. Banyak komplikasi yang tidak dapat diprediksi terjadi saat proses melahirkan, dan ia harus memilih pilihan yang terbaik bagi keselamatannya dan juga bayinya. Dan benar saja acara ini memang berbahaya, karena dalam episode perdananya saja sudah terjadi sebuah Insiden dimana perahu yang sedang digunakan seorang Ibu untuk melahirkan terguling akibat sebuah ombak kecil.
Walau pihak produser acara ini telah mengklaim bahwa mereka telah mempersiapkan tim medis di balik layer, dan hanya menerima peserta dengan resiko melahirkan yang kecil. Namun hal ini tetap tidak mengurangi bahaya dari melahirkan di alam liar. Sebagai perbandingan melahirkan di rumah sakit dapat menurunkan resiko kematian bayi hingga 75-85%, sedangkan di alam kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Deadliest Catch – Discovery Chanel
Acara TV yang ini seolah tidak dapat dilepaskan dengan kutukan kematian. Secara konsep acara Deadliest Catch sebenarnya layak untuk di masukan dalam R-rated, karena dalam acara yang mengusung konsep untuk merasakan pengalaman bekerja sebagai nelayan di perairan yang berbahaya ini tidak hanya menewaskan hasil tangkapan para nelayan ini melainkan nelayan itu sendiri. Bagi para kontestan yang ingin berpartisipasi pada acara ini, mereka harus siap di hadapkan dengan lingkungan kerja yang sangat berbahaya dengan resiko cedera dan juga kematian. Para peserta harus siap untuk menghadapi badai, terjun ke ais es, bahkan berurusan dengan kait baja yang jika tak ditangani dengan hati-hati dapat jadi boomerang bagi yang menggunakanya.
Karena lingkungan yang keras serta tekanan besar dalam acara ini, tidak jarang para pesertanya saling baku hamtam akibat masalah yang kecil sekalipun. Begitu berbahayanya acara ini, beberapa peserta bahkan tercacat telah meninggal dalam acara ini. Diantaranya Phil Harris, yang meninggal akibat pembekuan darah setelah mengalami stroke dalam acara ini saat Ia mengangkat jaring kepiting. Justin Tenisson yang meninggal akibat sesak nafas saat tidur. Tony Lara yang terkena serangan jantung, hingga produser acara ini yang akhirnya memilih untuk bunuh diri. Selain kematian, acara ini juga mengakibatkan cedera serius pada beberapa pesertanya akibat terkena kait baja.
Jackass – MTV
Konsep dari acara guyon yang tayang di MTv ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu mencoba untuk menghibur orang dengan cara melakukan hal-hal konyol dan gila, namun tisak jarang juga hingga melukai diri sendiri. Dalam acara yang pernah sangat populer ditahun 2006-2010 ini, para pengisi acaranya akan melakukan hal-hal gila mulai dari melompat dari atap gedung dengan menggunakan payung, menabrakan mobil golf, ditabarak mobil, berjalan di atas seutas tali di atas kandang buaya, menyetrum diri sendiri dengan penyengat bertenaga 50.000 volt, dimasukan dalam tong dengan seekor ular anaconda, dan masih banyak lagi. Segala kegilaan ini tentu sangat menghibur bagi para yang melihat di TV. Segala aksi berbahaya itu tentu membayakan bagi para anggota Jackas, sudah tidak tercatat berapa banyak cidera yang mereka alami, mulai dari hanya lecet-lecet hingga ada juga yang mengalami patah tulang.
Namun yang tak banyak disadari oleh orang adalah selain membahayakan bagi para pelakonya, acara ini juga telah memberi Inspirasi buruk para remaja yang melihatnya di rumah. Walau dalam setiap penayanganya selalu di dahului dengan himbauan agar tidak meniru setiap adegan di acara ini yang berbahaya dan hanya dilakukan oleh orang-orang sudah berpengalaman, namun efek buruk dari “Bad Education” dari acara ini terlalu kuat hingga memicu banyak remaja mencoba meniru setiap aksi berbahaya yang ada di acara ini.
Hal ini telah menelan banyak korban, baik itu cedera, bahkan meninggal. Salah satu contoh kasusnya adalah saat ada sekumpulan remaja yang membakar teman mereka dalam balutan selimut, lalu melemparkanya dalam kerumunan orang. Dari kasus ini, mulai banyak orang yang menyadari betapa bahayanya “Bad Education” yang bisa muncul dari sebuah acara televisi.
Killer Karaoke – TruTv
Salah satu acara TV paling berbahaya di dunia adalah sebuah acara karaoke di stasiun Trutv yang bernama Killer Karaoke. Konsep dari acara ini sendiri sebenarnya sangat sederhana, yaitu meminta para kontestanya untuk menyelesaikan sebuah lagu dengan cara berkaraoke. Namun saat para saat para kontestan ini berkaraoke mereka akan diberikan tantangan kecil.
Tapi yang justru menjadi kontroversi pada akhirnya, yaitu tantangan yang mereka sebut “kecil” ini. Dalam acara yang dipandu oleh Steve-O ini, saat menyanyi para kontestan di berikan tantangan seperti berada di dekat anjing yang galak, berjalan melalui labirin kaktus yang sempit, melakukan cabut bulu kaki dengan waxing, hingga yang paling parah adalah berendam di dalam aquarium yang dipenuhi dengan ular. Dan benar saja kegilaan yang ditampilkan acara ini akhirnya menuai masalah juga, saat sang pemandu acara Steve-O dituntut oleh salah satu mantan peserta Killer Karaoke yang mengalami patah tulang pada beberapa bagian tubuhnya akibat salah satu tantangan dalam acara ini.
Susane Ohman wanita yang menuntut acara ini, mengatakan bahwa akibat cairan licin yang di tuangkan di atas panggung saat ia berkaraoke membuatnya terpeleset hingga jatuh dan mengakibatkan beberapa tulangnya patah. Akibat kejadian ini Ia ingin meminta ganti rugi pada pihak penyelenggara acara, namun karena sudah terlanjur menandatangi kontrak hal itu tidak dapat dilakukannya. Oleh karena itu, ia mengalihkan tuntutanya pada sang pemandu acara Steve-O yang dinilai lalai dalam menilai kelayakan tantangan dalam acara yang Ia pandu. Walau acara ini telah terbukti berbahaya dan menuai kontroversi, kegilaan dari Killer Karaoke telah di adaptasi hingga ke 14 negara. Salah satunya adalah di Inggris dengan nama Sign if You Can, dan di Thailand dengan nama yang sama yaitu Killler Karaoke.
The Jump – Chanel 4
Winter Sport adalah sebutan untuk segala macam cabang olah raga yang dilakukan saat musim dingin atau di area yang bersalju. Walau terlihat seru dan menyenangkan karena dilakukan di atas hamparan tahan bersalju yang indah, namun sejatiinya Winter Sport merupakan salah satu olahraga paling berbahaya dengan resiko cedera fatal hingga kematian. The Jump nama acara yang mengusung konsep Winter Sport ini sejatinya telah menerima banyak keluhan dari badan regulasi pertelevisian, namun entah bagaimana mereka masih berhasil lolos dari lembaga sensor dan mengudara. Begitu berbahayanya acara ini hingga pada musim pertamanya, 7 dari 12 peserta harus meninggalkan acara ini lebih awal karena cedera yang mereka alami. Maka tidak heran jika CNN, The Guardian, New States Man dan The Sun, menyebut kalau The Jump merupakan raelity Show paling berbahaya didunia.
Selama masa penayangan reality show ini telah tercatat berhasil mengubah hidup banyak orang, tentu saja dalam konotasi yang negatif. Salah satu contohnya kasus yang menimpa, Tweddle, seorang pesenam olimpiade yang karirnya hancur akibat kedua tulang selangkanya patah saat melakukan lompatan ski dalam acara ini. Salah satu peraih mendali emas olimpiade lain juga mengalami dislokasi bahu dan patah tulang, karena sebuah kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian kru, dan seorang atlit lagi juga mengalami patah pada pergelangan kakinya. Walau banyak korban yang sudah berjatuhan, lewat wawancaranya dengan CNN, perwakilan dari The Jump ini selama 3 musim berjalan telah berhasil merekrut 46 selebriti yang berhasil melewati tantangan melompat di The Jump. Namun yang juru bicara ini lupa sebutkan adalah betapa banyaknya korban yang juga sudah berjatuhan akibat acara ini.
