Setiap manusia pasti memiliki hobi, hal serupa juga berlaku untuk kalangan raja. Selain hobi yang bersifat umum, ada pula sebagian di antara mereka yang memiliki hobi nyentrik dan terkesan aneh bagi kalangan awam.

Berikut beberapa raja yang diketahui memiliki hobi aneh semasa hidupnya.

ABDUL HAMID II

Abdul Hamid II adalah sultan Ottoman dengan masa pemerintahan yang kontroversial. Demi mengejar ketertinggalan Ottoman dari negara-negara Eropa yang lain, Hamid di tahun-tahun awal kepemimpinannya mencoba mengubah Ottoman menjadi negara yang lebih demokratis.

Hamid kemudian membubarkan parlemen secara sepihak dan mencoba memperkuat kedudukannya dalam pemerintahan Ottoman. Masa pemerintahan Hamid pada akhirnya harus berakhir secara naas setelah ia menjadi korban kudeta pada tahun 1909.

Hamid memiliki kebiasaan membaca buku pada malam hari, karena ia kerap terserang insomnia atau sulit tidur. Hamid juga diketahui sangat menyukai novel-novel bergenre detektif, misalnya seri novel Sherlock Holmes.

Selain membaca buku, Hamid juga diketahui memiliki hobi membuat perabotan yang terbuat dari kayu dengan alasan aktivitas ini membantu melepaskan rasa penat. Sejumlah perabotan hasil karya Hamid tersebut kemudian digunakan oleh anggota keluarganya yang lain.

EDWARD II

Dalam sejarah Inggris, raja Edward II digambarkan sebagai raja yang bermasalah karena sering terlibat konflik dengan parlemen dan kaum bangsawan. Namun di tahun-tahun awal kepemimpinannya, rakyat kecil justru memandang Edward sebagai sosok yang membumi dan rendah hati.

Karena raja Inggris pada masa itu dianggap sebagai perwakilan Tuhan, maka orang-orang pada masa itu akan mengira jika Edward akan memiliki hobi yang bersifat mewah. Namun faktanya, Edward justru diceritakan sebagai sosok yang menyukai pekerjaan kasar.

Edward dikabarkan gemar melakukan aktivitas fisik seperti berenang, berlayar, memancing, mendirikan bangunan, hingga menggali parit. Saat dirinya masih bertahta, Edward sering dikritik oleh kalangan bangsawan dan penulis pada masa itu karena ia sering meninggalkan tugas pemerintahannya untuk berlayar di Sungai Thames atau mengawasi pembangunan rumah.

Dalam suatu kesempatan di musim panas, Edward bahkan dilaporkan sengaja terjun ke dalam parit untuk ikut menggali bersama-sama dengan petani yang sudah lebih dulu ada di sana. Tindakan Edward tersebut tidak pelak membuat para petani tadi merasa takjub sekaligus kagum.

Namun sikap sebaliknya ditunjukkan oleh tokoh-tokoh kerajaan yang mendampingi Edward. Menurut mereka, sebagai seorang raja, Edward seharusnya tidak boleh menurunkan wibawanya sendiri dengan ikut melakukan pekerjaan kasar bersama dengan rakyat jelata. Edward bertahta selama 20 tahun di mana masa pemerintahannya diwarnai oleh perang saudara antara pihak pendukung kerajaan dengan pihak pendukung parlemen.

FAROUK

Sebelum menjadi republik seperti sekarang, Mesir pada awalnya adalah negara dengan bentuk pemerintahan kerajaan. Farouk adalah raja terakhir dari Kerajaan Mesir. Saat masih bertahta, Farouk dikenal sebagai sosok yang kontroversial.

Farouk diketahui memiliki hobi kebut-kebutan dan gemar makan serta minum secara berlebihan. Kemudian saat masih banyak rakyat Mesir yang hidup dalam kemiskinan, Farouk justru gemar hidup bermewah-mewahan dan membiarkan aktivitas korupsi di pemerintahannya merajarela.

Kombinasi dari hal-hal tersebut lantas membuat Farouk dikudeta pada tahun 1952 oleh sejumlah tentara Mesir yang sudah merasa muak akan kepemimpinannya. Setelah Farouk diturunkan dari tahtanya, pemerintahan Mesir yang baru kemudian melakukan penyisiran besar-besaran terhadap properti pribadi milik Farouk.

Di kediaman Farouk, otoritas Mesir menemukan koleksi uang logam berjumlah lebih dari 8.500 buah. Sebagian dari uang logam tersebut tergolong amat langka dan dapat laku hingga milyaran dollar jika dilelang di masa kini.

Jika itu masih belum cukup mengejutkan, Farouk ternyata juga memiliki kegemaran mengumpulkan gambar-gambar berbau dewasa. Jika ditotal, jumlah gambar begituan koleksinya mencapai ratusan ribu. Farouk sendiri menolak tuduhan jika dirinya adalah orang yang cabul, ia berdalih jika koleksi gambar begituan tersebut adalah karya seni.

FRIEDRICH WILHELM I

Prusia adalah nama dari kerajaan yang merintis berdirinya negara Jerman seperti sekarang. Pada masa Perang Napoleon dan sesudahnya, militer Prusia menyandang reputasi sebagai salah satu militer paling kuat dan paling disiplin di Eropa.

Di luar bidang militer, Prusia juga terkenal berkat kepemimpinan efektif yang ditunjukkan oleh rajanya, Friedrich Wilhelm I. Di bawah pemerintahannya, Prusia berhasil menghindari konflik militer yang tidak perlu sambil melakukan reformasi di bidang birokasi dan anggaran negara. Saat Wilhelm turun tahta, Prusia sudah menjelma menjadi salah satu negara terkuat di Eropa pada masanya.

Di luar kehebatan yang ditunjukkannya di bidang politik, Wilhelm I juga terkenal sebagai raja dengan hobi yang nyentrik. Ia diketahui memiliki proyek pribadi bernama Raksasa Potsdam, sebuah divisi militer khusus yang beranggotakan orang-orang tertinggi di Jerman.

Untuk menunjukkan keseriusannya akan proyek ini, anggota Raksasa Potsdam akan menerima seragam terbaik yang pernah dikenakan oleh militer Prusia. Ia juga memberikan bayaran tinggi kepada anggota Raksasa Postdam. Semakin tinggi badan orang tersebut, maka semakin tinggi pula bayaran yang ia terima.

Begitu terobsesinya Wilhelm dengan orang-orang tinggi, ia bakal meminta agar Raksasa Potsdam berparade di depannya setiap kali ia merasa sedih atau sedang sakit. Obsesi Wilhelm sampai merambat ke bidang sains, di mana ia sengaja melibatkan diri dalam penelitian mengenai apakah pria tinggi yang menikah dengan wanita tinggi bakal melahirkan keturunan yang lebih tinggi lagi.

GEORGE V

Sebelum teknologi internet dan jaringan komunikasi tanpa kabel semaju sekarang, surat menjadi metode komunikasi yang paling banyak digunakan hingga berabad-abad lamanya. Surat yang hendak dikirimkan idealnya harus dibubuhi dengan perangko agar dapat dikirimkan ke alamat tujuannya.

Karena perangko pada masa jayanya diproduksi dalam jumlah yang banyak, kegiatan mengoleksi perangko atau filateli pun lantas muncul sebagai salah satu hobi yang banyak digandrungi oleh orang-orang pada masanya.

Raja Inggris, George V, adalah satu dari sekian banyak orang yang memiliki hobi mengoleksi perangko. Sepintas hobi tersebut sama sekali terlihat tidak aneh, namun yang membuat hobi George dalam mengoleksi perangko nampak begitu mencengangkan adalah karena ia memiliki koleksi perangko dalam jumlah yang fantastis.

George sudah memiliki hobi mengoleksi perangko sejak ia masih berstatus sebagai pangeran muda. Saat George akhirnya dilantik menjadi raja Inggris, George meneruskan hobinya tersebut walau Inggris pada masa itu sedang terjerumus dalam Perang Dunia I.

Sepanjang hidupnya, George sudah mengoleksi begitu banyak perangko yang dirangkum dalam 328 album berbeda. Masing-masing album terdiri dari 60 halaman, dan jika ditotal jumlah perangko yang dikoleksi oleh George mencapai hampir 20.000 halaman perangko.

Begitu banyaknya koleksi perangko yang dimiliki oleh George lantas membuatnya dijuluki Raja Filateli. George juga tidak segan-segan mengeluarkan uang berjumlah besar hanya untuk melengkapi koleksi perangkonya. Dalam satu kesempatan, ia diketahui mengeluarkan uang sebesar 1.450 poundsterling hanya untuk membeli sehelai perangko.