Jika kita pernah menonton atau bahkan menyukai acara balapan Moto GP, kita pasti tahu kecepatan tinggi merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh seorang pembalap.  Pembalap harus menancap gas melebihi batas normal saat balapan sedang berlangsung untuk memperebutkan podium.

Selain itu, jumlah roda pada motor pun bisa meningkatkan risiko terjatuh yang menimbulkan cedera parah ketika balapan berlangsung.

Walau begitu, hal ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembalap Moto GP dan penggemarnya di seluruh dunia. Berikut fakta unik dan menarik tentang Moto GP.

Seperti yang kita ketahui, motor merupakan senjata utama para pembalap saat sedang balapan. Selain mesin motor, berbagai teknologi canggih lainnya juga dipasang di setiap motor untuk meningkatkan performa dan kecepatan.

Namun, pemasangan teknologi tambahan ini membuat motor memiliki bobot yang semakin berat, pasalnya bobot motor balap ini dapat melebihi berat harimau jantan dewasa.

Diketahui, bobot sebuah motor yang digunakan untuk balapan Moto GP dapat mencapai 160 kilogram. Oleh karena itu dibutuhkan ketahanan fisik yang baik, seperti lengan, pundak, dan perut agar dapat membawa motor itu tetap seimbang.

Risiko kehilangan nyawa saat balapan membuat berbagai perusahaan motor berusaha meningkatkan perlindungan yang maksimal bagi pembalapnya. Pembalap biasanya akan menggunakan helm, visor, baju balap, air bag, sarung tangan, sepatu boot, pelindung dada, hingga selang air untuk minum.

Pelindung ekstra yang digunakan oleh pembalap Moto GP ini membuat pembalap harus berjuang dengan hawa panas di setiap balapan. Belum lagi kondisi geografis sirkuit yang bisa jadi memiliki cuaca yang sangat panas saat balapan sedang berlangsung.

Oleh karena itu, kondisi balapan yang seperti ini memerlukan kerja fisik dan otak yang sama dengan cabang olahraga lainnya. Diketahui, para pembalap dapat kehilangan sa ad  dua liter keringat dalam 45 menit pertandingan saja.

Walau saat bertanding pembalap menggunakan motor, namun pembalap juga memerlukan latihan tanpa motor. Hal ini dilakukan karena pembalap harus membangun ketahanan jantung untuk membantu tubuh menangani tuntutan fisik saat balapan.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan olahraga bersepeda untuk menjaga tubuh tetap fit. Pembalap umumnya melakukan beberapa latihan yang beragam supaya latihan tidak monoton dan membuat jenuh.

Motor yang digunakan oleh pembalap Moto GP dapat melaju melebihi kecepatan kereta api yang ada di Indonesia. Kereta Api Indonesia memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam, sementara itu para pembalap motoGP memiliki rata-rata kecepatan hingga 160 km/jam.

Rata-rata kecepatan ini sudah termasuk saat melintas di tikungan maupun trek lurus. Motor yang digunakan pun diketahui dapat melaju hingga kecepatan maksimal 350 km/jam. Namun, pembalap tidak menggunakannya hingga kecepatan maksimal itu.

Menjadi pembalap Moto GP tidak hanya dituntut untuk memiliki konsentrasi khusus saat balapan, namun juga harus siap tinggal jauh dari keluarga. Pasalnya, seorang pembalap Moto GP dapat keliling dunia hingga 9 bulan dalam satu tahun untuk menjalani musim Moto GP. Contohnya seperti musim ini. Terdiri dari 21 seri, yang dimulai Maret dan berakhir di bulan November nanti. Para pembalap Moto GP sudah ditunggu jadwal yang padat.

Di balik jadwal padat itu, para pembalap Moto GP harus siap pergi ke seluruh belahan dunia. Di seri pertama mereka mulai di Asia, tepatnya di Qatar dan berlanjut ke Indonesia. Kemudian, berlanjut ke benua Amerika dan saat ini sedang masuk seri benua Eropa.