Hewan Punah Yang Berusaha Dihidupkan Kembali

Setiap hal selalu memiliki awal dan akhir. Hal serupa juga dapat digunakan untuk menyebut hewan-hewan yang dulunya pernah menghuni permukaan Bumi, namun sekarang sudah punah. Seiring dengan semakin majunya teknologi, manusia pun kini berhasrat untuk menghidupkan kembali hewan-hewan yang sudah punah agar dapat dijumpai kembali di masa kini. Berikut adalah beberapa hewan yang sudah punah dan berusaha dihidupkan kembali.
BURUNG DODO
Di masa lampau, Pulau Mauritius yang berada di tengah-tengah Samudera Hindia juga pernah menjadi habitat dari burung dodo. Burung ini bentuknya menyerupai ayam raksasa dengan paruh yang berukuran besar, namun dodo tidak dapat terbang.
Di habitat aslinya tersebut, burung dodo tidak memiliki predator. Sebagai akibatnya, burung ini tidak mencoba kabur saat didekati manusia. Kawanan pelaut yang singgah di Pulau Mauritius, lantas memanfaatkan hal tersebut untuk memburu dodo dan memakan dagingnya.
Karena diburu terlalu banyak, burung dodo pun mengalami kepunahan sejak tahun 1662. Walau sudah punah, jejak fosil mereka masih dapat ditemukan hingga sekarang. Begitu banyaknya populasi dodo yang dulu pernah menghuni Mauritius, ilmuwan dapat mendapatkan tulang dodo hanya dengan mencelupkan tangannya ke dasar rawa.
Punahnya dodo akibat ulah manusia, jelas sangat disayangkan. Oleh sebab itulah, wacana untuk menghidupkan kembali burung ini pun menyeruak ke permukaan.
Perusahaan Colossal Biosciences juga berniat menghidupkan kembali burung dodo. Namun akibat masih terbatasnya pemahaman ilmuwan mengenai mekanisme kode genetis pada dodo, tidak sedikit yang beranggapan jika dodo tidak dapat dihidupkan kembali dalam waktu dekat.
DINOSAURUS
Semua orang pasti tahu yang namanya dinosaurus. Hewan menyerupai reptil dan unggas raksasa ini pernah mendominasi permukaan Bumi jutaan tahun yang lalu. Ketertarikan manusia akan dinosaurus semakin menguat sejak kemunculan film “Jurassic Park”.
Mungkin karena terinspirasi oleh film tersebut, ilmuwan di masa kini pun mencoba menghidupkan kembali dinosaurus. Tidak tanggung-tanggung, mereka berencana menghidupkan kembali Tyrannosaurus rex (T-rex), salah satu dinosaurus pemakan daging terbesar yang pernah ada.
Kendala terbesar dalam upaya menghidupkan kembali dinosaurus, yaitu mereka sudah punah sejak jutaan tahun yang lalu. Sebagai akibatnya, mereka tidak lagi memiliki serpihan jaringan tubuh yang kondisinya masih baik untuk diambil kode genetisnya.
Namun, tim ilmuwan di Adam Smith Institute tidak mau menyerah begitu saja pada keadaan. Mereka berencana mengisolasi kode DNA dari burung modern dan memanipulasinya agar serupa dengan kode genetis T-rex. Pasalnya, burung diyakini sebagai kerabat terdekat dari dinosaurus.
Tim ilmuwan di Adam Smith Institute mengatakan, bahwa per tahun 2050 manusia dapat melihat kembali T-rex meraung. Jika hal tersebut sudah bisa diwujudkan, mereka juga berencana melakukan hal serupa pada dinosaurus jenis lain.
MAMMOTH
Mammoth adalah salah satu hewan paling terkenal jika bicara soal hewan yang hidup pada masa Zaman Es. Mammoth sendiri pada dasarnya adalah hewan menyerupai gajah yang tubuhnya dipenuhi oleh bulu yang lebat. Mammoth juga terkenal, karena hewan ini pernah hidup berdampingan dengan manusia prasejarah. Dengan mengandalkan kerja sama tim dan peralatan tradisional, mammoth pada masa itu banyak diburu oleh manusia.
Mammoth diyakini menghuni permukaan Bumi hingga tahun 1650 SM, dan mereka adalah hewan herbivora yang makanan utamanya rerumputan dan semak yang hidup di suhu dingin. Saat suhu Bumi meningkat dan lapisan es di permukaan Bumi menipis, tanaman-tanaman tadi perlahan-lahan menghilang. Akibatnya, mammoth pun banyak yang mati kelaparan dan akhirnya punah dengan sendirinya.
Ribuan tahun berlalu, muncul wacana untuk menghidupkan kembali mammoth. Perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences berambisi menghidupkan kembali mammoth agar hewan ini dapat kembali dilihat dalam kondisi hidup di masa sekarang.
Untuk mewujudkan proyek ambisius tersebut, tim ilmuwan di Colossal Biosciences berencana menggabungkan DNA gajah Asia dengan DNA bangkai mammoth yang terkubur di bawah lapisan es Siberia, Rusia. Jika rencana tersebut berhasil, rencananya mammoth akan ditempatkan di padang salju Arktik yang bersuhu amat dingin.
Namun, wacana untuk menghidupkan kembali mammoth tidak lepas dari kontroversi. Mammoth memiliki bulu yang tebal dan ukuran yang besar, karena hewan ini teradaptasi untuk hidup di padang salju yang luas. Di lain pihak, suhu Bumi belakangan ini semakin meningkat akibat pemanasan global. Dampaknya, pakar pun berpendapat kalau mammoth sebaiknya tidak dihidupkan lantaran lingkungan Bumi yang tidak menunjang untuk kehidupan mammoth.
MOA
Selandia Baru adalah salah satu negara yang letaknya paling selatan. Karena letaknya begitu terisolasi dari daratan lain, Selandia Baru pun memiliki banyak spesies unggas unik yang tidak dapat dijumpai di tempat lain.
Kiwi adalah contoh burung khas Selandia Baru yang paling terkenal. Hewan ini mudah dikenali berkat paruhnya yang Panjang, dan tubuhnya yang terlihat bulat. Kiwi juga tidak dapat terbang, karena sayapnya terlalu kecil.
Kiwi sendiri bukanlah satu-satunya burung khas Selandia Baru yang tidak bisa terbang. Di masa lalu, Selandia Baru juga pernah menjadi habitat dari moa, spesies burung terbesar yang pernah hidup di Bumi.
Moa memiliki kaki dan leher yang panjang seperti burung unta. Moa juga memiliki ukuran yang fantastis, karena tinggi burung ini bisa mencapai 3 meter. Namun akibat terlalu banyak diburu oleh suku Maori Selandia Baru, moa kini mengalami kepunahan.
Tahun 2018, tim ilmuwan dari Universitas Harvard di Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka hampir berhasil mendapatkan kode genetik lengkap dari moa. Jika kode genetiknya sudah lengkap, mereka berencana menggabungkannya dengan telur hewan yang hidup di masa kini agar moa dapat dihidupkan kembali.
SABERTOOTH
Bicara soal hewan mamalia dari masa prasejarah, sabertooth adalah salah satu yang paling menakutkan. Sabertooth atau gigi pedang adalah jenis kucing besar yang diberi nama demikian, karena hewan ini memiliki sepasang taring atas yang amat panjang layaknya pedang.
Penampilannya tersebut membuat sabertooth terlihat seperti gabungan antara macan dan walrus. Sabertooth diyakini menggunakan taringnya yang besar untuk melubangi tubuh mangsanya, agar mangsanya tewas akibat kehabisan darah. Taring sabertooth yang besar juga menyebabkan mangsanya sulit melarikan diri.
Sabertooth bukan hanya memiliki taring yang besar, hewan ini juga memiliki ukuran yang panjangnya mencapai 3 meter. Saat masih belum punah, sabertooh diyakini hidup dari memangsa hewan-hewan mamalia besar seperti bison prasejarah dan mammoth.
Walau sabertooth terlihat sebagai hewan yang begitu berbahaya, hal tersebut tidak mengurungkan niat sejumlah ilmuwan yang hidup di masa kini untuk mencoba menghidupkan hewan ini. Pada tahun 2020, ilmuwan melakukan analisa mendalam pada DNA sabertooth.
Dari analisa DNA tersebut, ilmuwan berhasil mendapatkan sejumlah gambaran mengenai morfologi sabertooth. Sebagai contoh, sabertooth diketahui memiliki stamina yang perkasa dan indra penglihatan yang amat tajam.
Walau begitu, ilmuwan masih belum memiliki informasi mengenai kode genetik sabertooth secara menyeluruh. Sebagai akibatnya, upaya untuk menghidupkan kembali sabertooth di masa kini pun harus menghadapi rintangan.
