Banyak tradisi menarik yang menghiasi momen Tahun Baru China atau Imlek. Tidak hanya warga Tionghoa, momen Imlek juga disambut oleh masyarakat pada umumnya.

Hari Imlek sudah mulai dirayakan sejak 4.000 tahun yang lalu, namun seiring dengan berkembangnya zaman terbentuk tradisi Imlek tradisional hingga modern.

Saat ini, Imlek identik dengan bagi-bagi angpao. Selain itu, ternyata ada banyak tradisi lainnya yang dapat ditemukan di momen Imlek ini. Berikut beberapa tradisi unik saat perayaan Imlek.

BERKUNJUNG KE KELUARGA

Layaknya perayaan Idul Fitri atau Natal, warga Tionghoa akan mengunjungi sanak saudara saat Imlek. Tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Banyak dari warga Tionghoa juga pulang ke kampung halamannya agar dapat merayakan Imlek bersama keluarga.

DILARANG MAKAN BUBUR

Makanan sejuta umat atau bubur, ternyata merupakan santapan terlarang bagi Masyarakat Tionghoa pada saat Imlek. Masyarakat Tionghoa meyakini, bahwa bubur sebagai simbol kemiskinan.

DILARANG MEMBALIK IKAN

Selain dilarang menyantap bubur, masyarakat Tionghoa juga dilarang membalik ikan yang disantap pada saat Imlek. Selain itu, mereka juga harus menyisakan ikan yang disantap agar dapat dimakan pada keesokan harinya.

MAKANAN SESUAI SHIO

Dalam kepercayaan Tionghoa, terdapat 12 macam shio. Pada saat Imlek, mereka sering menyajikan 12 jenis makanan yang melambangkan 12 macam shio. Menghidangkan 12 jenis makanan, juga memiliki arti bahwa keluarga makmur sehingga dapat menyaksikan jenis-jenis makanan tersebut. Hidangan khas pada saat Imlek adalah mie panjang umur, yang melambangkan harapan panjang umur bagi menyantapnya.

MEMBERSIHKAN RUMAH

Membersihkan rumah adalah hal yang biasa dilakukan sehari-hari dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, hukum bersih-bersih bagi warga Tionghoa menjadi wajib dilaksanakan satu hari menjelang hari Imlek. Tujuannya adalah untuk membersihkan rumah dari kotoran, dan diyakini dapat membuang kerugian atau kesialan di tahun yang akan datang.

MENGHIAS RUMAH

Selain bersih-bersih, warga Tionghoa juga dianjurkan menghias rumah menjelang Imlek. Misalnya, dengan mengecat jendela hingga pintu rumah. Biasanya, mereka juga akan menaruh kata-kata baik di pintu. Tujuannya adalah untuk mendatangkan kesejahteraan, kekuatan, serta keberuntungan.

PERTUNJUKKAN LIONG DAN BARONGSAI

Momen Imlek menjadi waktu yang tepat untuk menonton pertunjukkan liong dan barongsai. Banyak tempat rekreasi hingga komunitas yang menampilkan liong dan barongsai di hari Imlek. Tarian naga dan barongsai mempunyai simbol kebahagiaan dan kesenangan. Selain itu, masyarakat Tionghoa mempercayai bahwa dua ikon hewan ini mampu mengusir roh jahat.

SEMBAHYANG

Saat Imlek warga Tionghoa biasanya datang ke Klenteng, mereka di klenteng akan sembahyang kepada leluhur dan dewa. Selain memanjatkan doa, mereka juga akan menyalakan dupa dan lilin serta menghidangkan persembahan berbagai makanan.

SERBA MERAH

Warna Merah memang identik dengan Imlek. Pemilihan warna merah tidak dilakukan sembarangan, melainkan mempunyai makna tersendiri. Masyarakat Tionghoa percaya ,bahwa warna merah melambangkan kekuatan, kesejahteraan, dan dapat membawa hoki. Selain itu, mereka meyakini warna merah dapat mengusir nian atau makhluk buas yang hidup di dasar laut.

TRADISI YU SHENG

Tradisi Yu Sheng dibawa oleh nelayan Tiongkok Selatan saat hijrah ke Semenanjung Malaysia pada abad ke-19. Tradisi ini kini menjadi tren juga di Indonesia. Yu Sheng sendiri adalah makanan yang berisi irisan salmon, wortel ditambah saus wijen, buah plum, dan lainnya. Para anggota keluarga biasanya akan menyantap makanan ini secara bersama-sama di meja makan atau duduk lesehan.