Mumi merupakan metode pemakaman jenazah dengan cara diawetkan, praktek mumifikasi ini ditemukan di peradaban zaman dahulu. Mumi yang paling terkenal adalah mumi yang berasal dari peradaban Mesir Kuno, para Firaun yang meninggal dunia dimakamkan dengan cara dimumi. Sudah banyak mumi yang berasal dari Mesir Kuno yang ditemukan dan diteliti untuk mengetahui kehidupan Mesir Kuno.

Tidak jarang mumi dikaitkan dengan kekuatan gaib, entah itu kutukan, sihir, dan semacamnya. Seperti mumi firaun Tutankhamun yang terkenal akan kutukannya yang mencelakai beberapa orang yang melakukan penelitian. Ternyata, bukan hanya mumi Mesir yang ada di dunia ini. Mumi yang berasal dari tempat lain pun tidak kalah menarik dari segi sejarahnya. Bahkan, kita bisa kagum saat mengetahui kisah keanehan dibaliknya. Berikut beberapa mumi yang memilki kisah atau sejarah yang aneh dan unik.

Mumi Burung Dodo

Museum Natural Oxford adalah rumah bagi burung dodo yang terkenal. Burung tersebut merupakan satu-satunya spesies yang punah dan masih memiliki jaringan lunak. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang evolusi burung dodo, para peneliti memindai kepala mumi burung itu, dan menemukan butiran timah bersarang di tengkorak. Jadi, burung tersebut hidup selama tahun 1600-an sampai kemudian seorang pemburu muncul di belakangnya dan menembak kepala burung dodo. Pemburuan burung dodo merupakan hal yang lazim di negara asalnya, Mauritius.

Penemuan itu mungkin tidak terdengar aneh, namun fakta bahwa burung tersebut ditembak di Mauritius dan sampai ke London dalam keadaan masih terawetkan layak dipertanyakan. Hal ini dikarenakan pada masa itu, perjalanan dari Mauritius ke London merupakan perjalanan yang sangat jauh dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Hal ini membuktikan bahwa ada seseorang yang memumifikasi bangkai burung dodo tersebut, sehingga dapat awet hingga tiba di London. Padahal,  bahwa tidak ada orang yang memiliki pengetahuan tentang mumifikasi saat itu.

Mumi Palsu

Pada tahun 2000, polisi Pakistan menangkap beberapa orang yang mencoba menjual mumi. Artefak yang disita itu kemudian dikirim ke Museum Nasional di Karachi untuk diteliti. Tidak lama kemudian, sebuah konferensi pers mengumumkan bahwa mayat itu milik seorang putri Persia yang meninggal sekitar 600 SM. Penemuan itu sangat langka sehingga Iran dan Pakistan memperebutkan untuk memiliki mumi kerajaan tersebut. Kemudian, dari penelitian ditemukan bahwa mumi ini memiliki banyak keanehan. Tulisan pada penutup dada yang menunjukkan nama dan keluarganya, memiliki kesalahan dalam tata bahasa.

Dia disebut sebagai Rhodugune, yang ternyata merupakan nama Yunani, bukan Persia. Alas bambu yang ada di bawah tubuhnya juga masih berusia 50 tahun. Para ahli khawatir itu adalah mumi kuno lain yang dihiasi dengan barang kerajaan palsu untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi. Fakta kebenaranya pun lebih aneh, wanita itu ternyata tidak kuno. Dia meninggal sekitar tahun 1996 karena patah leher, pukulan dari benda tumpul juga telah membuat tulang punggungnya patah.

Mumi Bayi

Di Tahun 2018, Museum Maidstone di Inggris sedang melakukan pemindaian salah satu mumi manusia. Setelah itu mereka berpikir untuk meneliti mumi yang lain. Saat itu, di museum tersimpan tidak hanya mumi manusia, tetapi juga mumi hewan. Tim berpikir bahwa, saat mereka sibuk dengan pemindai, mereka ingin memindai salah satu mumi hewan untuk pertama kalinya. Salah satu makhluk yang mereka pilih adalah elang. Pihak museum selama ini selalu mengira bahwa burung itu merupakan hewan peliharaan berharga keluarga firaun, tubuhnya dimumikan dengan hati-hati dan petinya didekorasi indah dengan gambar elang.

Saat mumi dipindai, diketahui ternyata kerangka itu bukan kerangka burung. Awalnya, tulang-tulang itu tampak seperti milik monyet, namun terungkap kebenaran yang lainnya. Secara mengejutkan, diketahui bahwa Itu adalah jenazah dari bayi manusia yang cacat. Anak laki-laki itu menderita anencephalic, suatu kondisi yang mungkin membunuhnya saat lahir, otaknya hampir tidak ada. Anak itu juga kekurangan sebagian besar tengkoraknya dan tulang punggungnya tidak tertutup. Dia juga memiliki celah di langit-langit dan bibir. Di jaman Mesir kuno, biasanya anak-anak dimakamkan di dalam pot. Hal itu berarti, mumi bayi tersebut melanggar tradisi yang ada. Dia jelas dihormati dan diperlakukan dengan hati-hati, namun masih belum jelas mengapa dia tidak dimakamkan di dalam pot seperti umumnya.

Mumi Firaun Wanita

Mumi Mesir pertama yang mencapai Irlandia adalah Takabuti. Dia tiba pada tahun 1834 dan tulisan hieroglif di peti mati menjelaskan bahwa Takabuti adalah putri seorang pendeta. Dia juga menikah dan berusia 20-an ketika dia meninggal sekitar 660 SM. Namun, pertanyaan tentang mumi inj tetap ada. Di zaman modern, Takabuti diuji DNA dan dipindai.

Hasil dari tes DNA menunjukkan bahwa secara etnis, dia lebih erat dengan orang Eropa dibandingkan orang Mesir modern. Pemindaian berhasil menunjukkan bagaimana dia meninggal, Takabuti diserang dari belakang dan ditikam hingga meninggal. Selain penemuan tragis, penemuan tidak terduga lainnya adalah bahwa dia memiliki dua kondisi langka. Takabuti diketahui memiliki tulang belakang dan gigi yang lebih banyak dari manusia normal.