Acara kompetisi memasak menjadi salah satu acara yang banyak diminati oleh masyarakat di dunia. Ada ribuan peserta yang dikumpulkan dan bersaing untuk mendapatkan gelar juara. Dalam kompetisi tersebut, para peserta akan bersaing di bawah tekanan untuk menyajikan berbagai hidangan lezat dalam durasi waktu yang singkat. Ditambah dengan komentar juri yang terkadang pedas, mampu membuat suasana kompetisi menjadi semakin menegangkan.

Ternyata, di balik layar kompetisi ini terdapat beberapa peraturan yang jarang diketahui oleh banyak orang. Dikutip dari Eat This Not That, di balik keseruan acara kompetisi memasak ini, ternyata ada beberapa fakta unik yang tidak diketahui oleh banyak orang. Berikut beberapa peraturan di balik layar kompetisi memasak yang jarang diketahui oleh banyak orang.

MENYIAPKAN GIMMICK SEDIH UNTUK SETIAP PESERTA

Seperti yang diharapkan oleh penonton televisi, yaitu adanya kontestan yang bersaing dan meninggalkan kehidupan pribadi mereka untuk acara ini. Semua video, baik itu saat audisi, interview setelah acara, dan segala sesuatu atas panasnya persaingan telah disiapkan dalam proses pengeditan.

Josh Lewis selaku runner up dari Chopped mengatakan, bahwa mereka mencoba untuk menceritakan sebuah gimmick atau cerita dari setiap kontestan, dan mereka menginginkan suatu cerita yang dapat menarik perhati dari penonton.

CHEF PROFESIONAL TIDAK BOLEH IKUT MASTER CHEF

Ajang kompetisi Master Chef memiliki satu peraturan penting, yaitu seorang chef profesional tidak boleh menjadi peserta dalam kompetisi ini. Pada dasarnya, mereka mencari chef amatir atau yang memiliki sedikit pengalaman dalam dunia kuliner untuk bersaing dalam kompetisi ini.

Hal tersebut sesuai dengan peraturan yang tertulis dalam situs web mereka, yaitu sumber penghasilan utama saat ini tidak berasal dari menyiapkan dan memasak makanan segar di lingkungan profesional. Namun, aturan tersebut bisa jadi berbeda di tiap negara.

BANYAK KONTESTAN YANG DIMINTA BERTAHAN UNTUK WAWANCARA

Jika suka menonton acara kompetisi memasak seperti Master Chef, maka kita sudah tidak asing dengan kontestan yang memberikan komentar atas apa yang terjadi. Terlepas dari menang atau kalah, para kontestan tersebut akan diminta untuk bertahan dan berbicara tentang apa yang terjadi saat kompetisi berlangsung. Acara seperti Master Chef dan Chopped, melakukan wawancara semua kontestan setelah pertunjukan usai.

Kathy Fang sebagai pemenang Chopped mengatakan, bahwa interview setelah kompetisi merupakan hal yang biasa dilakukan. Kontestan diminta untuk menjelaskan apa yang mereka pikirkan pada saat tertentu, bahkan proses syuting ini bisa memakan waktu hingga 14 jam.

MEMILIKI TIM UNTUK KEADILAN

Dalam kompetisi memasak, terdapat beberapa peserta dengan kemampuan yang luar biasa dan ada pula yang tidak demikian. Walau dirancang untuk mencari yang terbaik, tidak jarang acara tersebut memiliki naskah yang harus dijalani.

Beberapa acara memiliki tim standar dan pengawas yang bertugas untuk memantau kontestan selama kompetisi berlangsung. Tim tersebut juga bertugas untuk membangun kesetaraan bagi para peserta dengan memberikan kesempatan yang sama satu sama lain.

SELAMA KOMPETISI BERLANGSUNG PESERTA MEMILIKI SEDIKIT KONTAK DENGAN DUNIA LUAR

Untuk mencegah terjadinya spoiler acara kepada penonton, beberapa ajang kompetisi memasak tidak mengizinkan para pesertanya untuk memiliki akses telepon, internet, televisi, dan lainnya. Tindakan ini tidak hanya untuk mencegah para kontestan membagikan tentang acara yang akan datang melalui media sosial mereka, namun juga membuat peserta merasa terisolasi agar menciptakan emosional yang nyata.