Hari Natal merupakan kebahagiaan, suka cita juga damai bagi mereka yang merayakannya. Sering kali kita melihat, bahwa Natal identik dengan hal-hal yang berbau kegembiraan juga harapan yang ada di hati setiap umat Nasrani. Karena Natal merupakan hari kelahiran Sang Juru Selamat, maka dari itu, beberapa orang juga turut merasakan lahirnya jiwa dan semangat yang baru pula.

Namun, tidak semua orang dapat mengalami kegembiraan dan damai saat Natal tiba. Namun, ada beberapa kisah tragis dan menyedihkan justru harus mewarnai kehidupan Natal beberapa orang ini. Berikut tragedi tragis yang terjadi saat momen Natal.

JON BENET RAMSEY

Desember tahun 1996, merupakan Natal sekaligus hari terakhir bagi gadis cilik nan cantik, Jon Benet Ramsey. Pasalnya, gadis yang juga merupakan kontestan ratu kecantikan cilik ini menghilang tanpa jejak. Yang lebih mengejutkan lagi, tubuhnya ditemukan di ruang bawah tanah rumahnya dan tersembunyi di dalam selimut.

Yang lebih mengejutkan adalah tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual bahkan fisik pada bocah malang tersebut. Saat sampel DNA Ramsey sudah diambil, masih saja tidak berhasil mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan Ramsey.

KEBAKARAN HOTEL DAEYEONGGAK

Pada 25 Desember 1971, terjadi kebakaran di Hotel Daeyeonggak, Seoul. Api yang membakar hotel ini diketahui berasal dari ledakan sebuah kedai kopi di lantai 2 hotel. Berkobar selama 10 jam, tidak sedikit penghuni hotel yang tidak mampu selamatkan diri.

Akibat kejadian ini, sebanyak 164 nyawa meninggal dan sebanyak 63 orang terluka. Hingga saat ini, kebakaran Hotel Daeyonggak di Hari Natal 1971 masih menjadi insiden kebakaran hotel paling mematikan dalam sejarah perhotelan dunia.

KELUARGA LAWSON

Hari Natal yang dialami oleh keluarga Lawson ini merupakan satu dari banyak kejadian tragis di sejarah Natal dunia. Pada tahun 1929, Charlie Lawson yang berusia 43 tahun tiba-tiba saja mengambil senapan dan menembakkannya kepada sang istri dan juga anak-anak. Dia menembaki 5 anaknya dalam jarak yang sangat dekat, dan memukul anaknya yang berusia 4 bulan hingga tewas.

Belum selesai di situ, Lawson lalu meletakkan tubuh keluarganya ke luar rumah menuju hutan. Masih tidak diketahui apa motif dan juga alasan Lawson dalam melakukan pembunuhan ini tepat di hari Natal. Bahkan, sebelum melakukan tindakan ini, ayah 7 anak ini sempat menyuruh putra sulungnya, Arthur untuk pergi bertugas ke suatu tempat.

PERAYAAN NATAL DI ITALIA 1913

Pasalnya pada tahun 1913, seseorang yang usil membuat ratusan orang harus meninggal di hari Natal mereka. Saat itu ratusan orang mendatangi pesta perayaan Natal di Italia. Namun, seseorang yang hingga kini tidak diketahui identitasnya berteriak ada kebakaran.

Hal ini membuat para pengunjung menjadi panik, ketakutan serta mencari jalan keluar dengan sangat ricuh. Akhirnya, 73 orang terinjak-injak hingga mati di mana 59 di antaranya adalah anak-anak. Dalang di balik kejadian ini kisah tragis ini masih menjadi misteri.

TERORIS PESAWAT AIR FRANCE 1994

Pada malam Natal di tahun 1994, penerbangan Air France dari Aljazair disatroni oleh keempat teroris. Empat pria yang bersenjata senapan mesin dan dinamit buatan sendiri itu mengancam para penumpang setelah lepas landas menuju Perancis. Para pembajak itu memiliki motif untuk pembentukan negara syariah di Aljazair.

Pada awalnya, pihak berwenang menduga mereka telah mengambil sandera untuk bernegosiasi. Namun, 4 teroris itu justru mengambil alih penerbangan dan meledakkan pesawat tepat di atas Menara Eiffel. Akibat hal ini, seluruh penumpang dan keempat teroris itu pun tewas seketika.

TRAGEDI KONGO

Suasana Natal tahun 2008 di Republik Kongo tidaklah mudah. Pada 24 Desember 2008, kelompok pemberontak Uganda, Lord’s Resistance Army (LRA), menyerang desa di Haut-Uele, Kongo. Saat merayakan Natal, pasukan LRA mengepung para jemaat dan membantai mereka.

Berlangsung hingga 13 Januari 2009, korban LRA mencapai sekitar 620 jiwa dan lebih dari 160 anak diculik, serta lebih dari 80 perempuan mengalami rudapaksa. Bahkan, ada anak-anak yang mengalami cedera leher serius, karena para anggota LRA mencoba mematahkan leher mereka.

TSUNAMI SAMUDRA HINDIA

Tsunami fatal 26 Desember 2004 yang dipicu oleh gempa bumi itu, menurut National Geographic mengandung jumlah energi yang sama seperti 23.000 bom atom. Dengan kata lain, ini merupakan bencana tsunami yang sangat besar dan mematikan.

Karena bencana ini, kerusakan terjadi di Samudera Hindia yang menyebabkan 230.000 orang meninggal dunia. Akibat tsunami yang terjadi sehari setelah Natal inilah, jutaan rumah warga tersapu dan hancur tanpa meninggalkan bekas.

UNI SOVIET MENGINVASI AFGANISTAN

Semua bermula di tahun 1978, saat Partai Demokrasi Rakyat Afganistan (PDPA) menduduki negeri tersebut. Berpaham komunis, nilai PDPA bertentangan dengan nilai Islam Konservatif di negeri tersebut. Bahkan, PDPA sebenarnya terbagi menjadi dua kubu, Khalq dan Parcham. Saat Khalq makin besar, hubungan dengan Uni Soviet pun memanas.

Pada 1979, Uni Soviet di bawah kepemimpinan Leonid Brezhnev mengirimkan pasukan ke Afganistan dan langsung menyerang Kabul. Setelah membunuh pemimpin Khalq, Uni Soviet kemudian menjadikan petinggi Parcham sebagai pemimpin PDPA dan pemimpin Afganistan baru.

Ketegangan antara Uni Soviet dan Afganistan merenggut sekitar 2 juta nyawa Afganistan, dan tidak sedikit yang kabur ke negara lain. Dikecam dunia, invasi Uni Soviet baru berhenti pada Februari 1989 di bawah pemerintahan Mikhail Gorbachev sebelum Uni Soviet terpecah pada Desember 1989.