Semua orang pada umumnya mendambakan tinggi badan yang ideal. Banyak alasan kenapa mereka menginginkan hal tersebut.Beberapa orang memang ada yang terlahir dengan badan yang tinggi. Juga ada beberapa orang yang lahir dengan badan yang pendek

Makanan yang sehat dan bergizi seimbang itu terdiri dari sumber karbohidrat, sumber protein, sumber mineral dan vitamin. Stunting  adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Selain menyebabkan tubuh pendek, stunting juga bisa menyebabkan kegemukan saat dewasa nanti. Berikut adalah negara dengan penduduk terpendek di dunia:

INDONESIA

Indonesia menduduki urutan pertama sebagai negara berpenduduk terpendek dengan rata-rata tinggi hanya 62.2 inci atau 158 sentimeter. Sebagian orang mungkin merasa tak beruntung terlahir di Indonesia. Secara fisik, orang Indonesia yang termasuk ras Mongoloid memiliki tubuh yang lebih pendek dari ras lainnya.

Pada saat 0-6 bulan, saat anak Indonesia dengan ASI saja, maka pertumbuhannya sama dengan pertumbuhan anak bule, ras kaukasoid. ASI itu cukup dan genetiknya. Lewat dari usia 6 bulan, pertumbuhan anak Indonesia menurun. Hal itu disebabkan oleh kualitas makan pendamping ASI (MPASI).

Selain itu, makanan yang diberikan berupa makanan olahan kemasan. Padahal, makanan seperti itu tidak dapat mencukupi kebutuhan gizi balita yang jauh lebih kompleks. Kebutuhan energi per kilogram berat badan anak usia 0-3 tahun tiga kali lebih besar dari seseorang yang berusia 21-50 tahun. Hal serupa juga berlaku terhadap kebutuhan protein.

Pengenalan buah dan sayur sejak dini menjadi penting dilakukan. Kedua makanan itu punya gizi yang cukup lengkap bagi tubuh. Sayangnya, makan dengan kandungan gula tinggi lebih digemari anak. Jika terpapar lebih dulu, anak akan enggan mengonsumsi buah dan sayur. Nutrisi juga memainkan peran penting dalam menentukan tinggi badan seseorang. Negara dengan kekayaan dan sumber daya kurang, termasuk makanan, memiliki penduduk yang lebih pendek.

BOLIVIA

Nama Bolivia berasal dari nama pemimpin dalam perang kemerdekaan Amerika atas Spanyol, yaitu Simon Bolivar. Bolivia adalah negara paling tinggi di Amerika Selatan tetapi juga paling miskin di Amerika Selatan. Bolivia sendiri terletak di daerah tengah Amerika Selatan dengan penduduk sekitar belasan juta jiwa. Rata-rata tinggi badan penduduk Bolivia adalah 62.9 inci atau 159,7 sentimeter

Gizi yang buruk serta adanya penyakit pada masa kanak-kanak akan membatasi pertumbuhna seseorang. Umumnya, tulang yang semakin rapuh di usia dewasa dapat membuat perawakan tubuh kita tampak lebih bungkuk dan pendek dari seharusnya.

Postur tubuh manusia secara alami akan memendek semakin usianya bertambah tua. Ini karena kepadatan tulang juga semakin menurun sehingga rangka tubuh tidak lagi sekuat dulu untuk menopang beban. Ditambah lagi dengan berbagai kebiasaan buruk yang kita lakukan sehari-hari tanpa sadar juga bisa membuat postur tubuh terlihat pendek.

FILIPINA

Filipina atau Republik Filipina adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia, dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di Lingkar Pasifik Barat. Rata-rata tinggi badan pria Filipina sebenarnya mengalami peningkatan sejak tahun 1980an menjadi 163 sentimeter. Namun perempuan ironisnya mengalami penurunan sejak dekade 1950an menjadi sekitar 150 sentimeter. Data tersebut berdampak pada rata-rata tinggi badan penduduk yang Cuma berada di kisaran 151,2 sentimeter.

Untuk mendapatkan tinggi badan yang ideal maka kita harus mengikuti pola hidup sehat dengan rajin minum susu dengan kalsium tinggi,rajin minum air mineral,mengkonsumsi makanan berkalsium tinggi, dan beristirahat yang cukup.