Sepak bola merupakan olahraga yang digemari oleh banyak orang di dunia, entah itu pertandingan lokal, atau klub antara 1 benua. Begitu pula dengan piala dunia yang selalu menjadi pusat perhatian, termasuk berbagai kejadian yang terjadi. Berikut beberapa kejadian unik dan aneh yang pernah terjadi dalam piala dunia.

JOHN ALDRIDGE MENGAMUK (1994)

Banyak yang menentang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat berlangsung pada musim panas, termasuk Diego Maradona. Cuaca panas ini juga menyulut emosi pemain tim nasional Irlandia John Aldridge yang mengamuk saat menghadapi Meksiko

Saat itu, Irlandia tertinggal 0-2 dari Meksiko dan membuat Jack Charlton ingin memasukkan Aldridge. Walau pemain yang akan digantikan Aldridge yakni Tommy Coyne sudah keluar lapangan, namun asisten wasit tidak segera memasukkan bintang Liverpool itu ke dalam lapangan.

Charlton dan Aldridge sempat mengamuk dan mengumpat di pinggir lapangan yang terdengar dalam televisi. Akhirnya, Aldridge mencetak satu gol dan membuat Irlandia lolos ke 16 besar besar karena unggul selisih gol walau akhirnya mendapat sanksi.

MATI LAMPU (2022)

Mati lampu di pertandingan sepakbola merupakan hal umum dan biasa terjadi di berbagai tempat. Namun akan menjadi suatu masalah jika terjadi dalam laga piala dunia. Insiden mati lampu terjadi pada menit 44, saat Brasil akan melakukan tendangan pojok.

Momen yang mengejutkan itu membuat semua orang bingung. Beberapa panel lampu di atas stadion padam. Namun, lampu-lampu di ruang eksekutif tribun dan papan iklan tetap menyala. Beberapa menit kemudian, lampu menyala kembali dan pertandingan segera dilanjutkan dengan Raphinha menjalankan tugasnya mengambil tendangan sudut melambung menuju kotak penalti Swiss.

MENCORET PEMAIN (1998)

Daniel Passarella merupakan pelatih Timnas Argentina pada Piala Dunia 1998. Ada peraturan aneh yang dilakukan Daniel Passarella, yaitu jika ada pemain yang memiliki rambut panjang dalam tidak mau dipotong, maka ia sebagai pelatih akan mencoretnya dari skuad Piala Dunia. Hal ini terjadi kepada gelandang Timnas Argentina, Fernando Redondo, yang harus absen di Piala Dunia 1998 karena namanya dicoret dengan alasan yang tidak masuk akal.

PANGERAN KUWAIT MASUK LAPANGAN (1982)

Di pengujung laga, Kuwait tertinggal 1-3 saat menghadapi Prancis di babak penyisihan Grup D Piala Dunia 1982 di Spanyol. Prancis kemudian melakukan serangan yang berbuah gol keempat bagi mereka.

Namun, saat para pemain Prancis merayakan gol, para pemain Kuwait protes karena mendengar tiupan peluit yang menganggap adanya offside atau laga berakhir. Hal ini memacu Pangeran Kuwait Sheikh Fahad yang sebelumnya berada di tribun masuk ke dalam lapangan.

Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut dan Prancis memang 4-1 atas Kuwait. Delapan tahun berlalu, Sheikh Fahad mengundang pemain Prancis Michel Platini untuk datang ke Kuwait dan mengucapkan permintaan maafnya.

RENE HIGUITA KELUAR SARANG (1990)

Kamerun pernah menggemparkan Piala Dunia 1990 di Italia setelah berhasil mengalahkan juara bertahan Argentina di laga pembuka. Bahkan, mereka mampu lolos hingga babak perempat final.

Kanehan terjadi saat Kamerun menghadapi Kolombia di babak 16 besar. Pada babak perpanjangan waktu usai kedua tim bermain tanpa gol di 90 menit, kiper Kolombia Rene Higuita keluar dari sarangnya dan terjadi blunder yang membuat Kamerun menang 2-1. Higuita merupakan kiper dengan kelakuan teraneh dan mendapat julukan El Loco atau The Crazy One. Dia juga pernah masuk penjara, karena kasus penculikan.

TINDAKAN ANEH GRAHAM POLL (2006)

Wasit Liga Inggris, Graham Poll melakukan hal aneh saat laga Kroasia melawan Australia di Piala Dunia 2006 Jerman. Dia mengeluarkan tiga kali kartu kuning untuk pemain Kroasia, Josip Simunic di laga ini .Kartu kuning pertama dia keluarkan saat Simunic melanggar Harry Kewell menit ke-61. Lalu di menit ke-89, Graham Poll kembali keluarkan kartu kuning ke Simunic, namun sang pemain masih tetap bermain hingga injury time.

Pada menit ke-93Simunic kembali mendapat kartu kuning hingga akhirnya berbuah kartu merah. Usai laga Graham Poll menyadari kesalahannya dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya.