Makanan Palsu Buatan Cina Part-2 (End)

Bukan rahasia umum bila memang Tiongkok memiliki berbagai produk imitasi yang mereka perkenalkan kepada publik. Tidak hanya sebatas mengenai teknologi ataupun toko-toko imitasi dari brand terkenal, beberapa oknum tidak bertanggung jawab di Tiongkok pun mampu melakukan imitasi pada produk-produk makanan. Hal yang membuat publik geram adalah penggunaan bahan kimia atau bahan tidak layak pakai lainnya yang digunakan untuk membuat makanan tersebut.
Selain merugikan masyarakat, makanan palsu asal China ini juga sangat membahayakan. Berikut makanan palsu buatan China.
KEPITING BERBULU YANGCHENG
Kepiting berbulu Yangcheng adalah kepiting termahal di Tiongkok, jadi tidak mengherankan jika orang-orang mencoba menyamarkan kepiting biasa sebagai jenis yang lebih mahal. Kepiting asli hanya berasal dari Danau Yangcheng, tetapi ada beberapa cara licik untuk menyiasatinya. Misalnya, beberapa penjual mengambil air dari Danau Yangcheng dan menaruh kepiting lain di dalamnya selama beberapa jam sebelum menjualnya sebagai kepiting Yangcheng. Sedangkan penjual yang lain, menggunakan bahan kimia pada kepiting agar terlihat seperti kepiting Yangcheng.
Hanya 1 dari 300 kepiting berbulu Yangcheng yang dijual adalah asli. Jumlah total kepiting yang diproduksi dari Yangcheng kurang dari 3.000 ton per tahun, tetapi lebih dari 100.000 ton kepiting terjual. Untuk melawan kepiting palsu, Asosiasi Bisnis Kepiting Suzhou menuntut agar cincin plastik dengan kode numerik khusus dipasang pada salah satu capit setiap kepiting berbulu Yangcheng asli. Rencana itu berakhir gagal, karena ada penjual kepiting berbulu Yangcheng asli menjual label mereka kepada mereka yang menjual kepiting palsu.
MADU PALSU
Ada dua jenis madu palsu yang dipalsukan, yang pertama merupakan campuran madu asli dan sirup gula, sirup bit, atau sirup beras sehingga madu palsu lebih mirip madu asli daripada madu asli itu sendiri. Madu palsu yang kedua dibuat dari campuran air, gula, tawas, dan pewarna.
Satu kilogram madu palsu dapat diproduksi hanya dengan harga 10 yuan, dan dijual hingga 60 yuan. Sekitar 70 persen madu yang dijual di Provinsi Jinan, Tiongkok adalah palsu dan, seperti biasa, surat kabar Tiongkok telah memberikan petunjuk tentang cara membedakan madu asli dan palsu. Polisi menggerebek beberapa lokasi produksi madu palsu dan menyita 38 ember madu.
Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa 10 persen madu yang dijual di Prancis palsu dan kemungkinan besar berasal dari Eropa Timur atau China. Bea Cukai AS juga membongkar jaringan penyelundupan madu palsu yang terdiri dari produsen madu AS, dan ditemukan bahwa mereka telah membawa madu palsu ke AS dari China melalui Australia.
MIE PALSU
Mie beras palsu China dibuat dari biji-bijian yang busuk, basi, dan berjamur yang biasanya digunakan sebagai pakan ternak. Biji-bijian ini kemudian dicampur dengan zat aditif penyebab kanker, seperti sulfur dioksida untuk mendapatkan produk akhir. Hampir 50 pabrik di kota Dongguan ditemukan terlibat dalam skema ini, dan mereka memproduksi 500.000 kilogram mi beras palsu per hari. Pemeriksaan lain terhadap 35 pabrik lainnya menunjukkan, bahwa 30 di antaranya memproduksi mi beras di bawah standar. Produsen memutihkan beras busuk dan mencampurnya dengan zat aditif, dengan tujuan mendapatkan jumlah mi beras tiga kali lipat.
Selain menggunakan beras basi, beberapa produsen menggunakan tepung, pati, dan tepung jagung sebagai gantinya. Mie ini biasanya memiliki kandungan protein yang sangat rendah, hanya 1 persen dibandingkan dengan 7 persen untuk mi beras murni dan 4,5 persen untuk mi beras campur. Beberapa babi yang diberi makan mi beras palsu ini, akhirnya memiliki anggota tubuh yang lemah dan beberapa masalah lainnya.
TAHU KIMIA
Tahu, yang juga disebut dadih kedelai, adalah makanan yang terbuat dari campuran susu kedelai dan koagulan. Pihak berwenang Tiongkok baru-baru ini menutup dua pabrik di Wuhan, Provinsi Hubei, karena menjual tahu palsu yang dibuat dengan mencampur berbagai bahan kimia. Seorang pekerja mengaku bahwa mereka mencampur protein kedelai dengan tepung, monosodium glutamat, pigmen, dan es untuk membuat tahu palsu sebelum mengemasnya dan menjualnya dengan nama perusahaan lain yang memproduksi tahu asli.
Menggunakan protein kedelai untuk membuat tahu bukanlah tindakan yang paling keji, tetapi tidak semua rencana itu tidak berbahaya. Geng kriminal lain membuat tahu palsu dengan menambahkan rongalite, zat pemutih industri yang dikaitkan dengan kanker. Konon, zat kimia itu membuat tahu mereka lebih kenyal dan lebih cerah. Sindikat itu dipimpin oleh tiga orang sepupu yang menjual sekitar 100 ton produk yang tercemar itu kepada masyarakat yang tidak menaruh curiga. Saat polisi menggerebek pabrik mereka, mereka menemukan karyawan yang membuat makanan palsu dengan peralatan yang kotor dan tidak dicuci.
ROTI KARDUS
Roti kardus dibuat dari potongan kardus yang dicampur dengan bahan kimia dan perasa daging babi. Investigasi yang dilakukan oleh CTV menunjukkan video seorang penjual yang membuat roti, yang biasa disebut baozi, dari kardus. Kardus tersebut pertama-tama dicampur dengan soda api yang digunakan dalam produksi sabun dan kertas, lalu dipotong sebelum dicampur dengan daging babi dan bumbu.
Cara pembuatan roti dari kardus ini telah tersebar melalui video, dan menghebohkan seluruh dunia. Namun pemerintah China mengelak dan mengatakan, bahwa video tersebut hanya hoax. Reporter yang merekam semua proses pembuatan roti kardus tersebut ditangkap dan kasus ini kemudian ditutup. Pemerintah mengatakan, bahwa ia melakukannya untuk mendapatkan lebih banyak rating pemirsa bagi stasiun tersebut.
