Seni lukis merupakan sebuah cara untuk mengekspersikan citarasa seni dari seorang seniman, terutama para pelukis. Setiap pelukis memiliki gaya, ciri, dan keunikan dalam aliran mereka sendiri untuk mengeskpresikan keesklusifan karya seni lukis mereka. Berbagai cara melukis dapat kita jumpai di dunia ini, dari yang normal hingga yang tidak terbayangkan oleh kita.

Berikut beberapa seniman yang memiliki cara unik dalam melukis.

ANI K

Mencari nafkah sebagai seorang pelukis memang sangatlah sulit, terutama dalam mencari peralatan yang digunakan untuk menghasilkan seni indah yang berbeda dari yang lain. Tapi Ani K sepertinya berfikiran berbeda, ia justru menggunakan lidahnya sebagai media untuk melukis dan melakukannya secara teratur. Terdengar aneh memang, karena Ani K tidak merasa mual ataupun sakit kepala akibat bau dari cat minyak yang ia jilati.

Ani pada saat mulai melukis menggunakan lidahnya, dia juga mengalami sakit kepala yang parah dan juga rasa mual yang tidak tertahankan akibat dari bau menyengat yang dihasilkan oleh cat minyak yang dia gunakan, tapi setelah beberapa lama dia mulai terbiasa dan kebal terhadap bau cat. Sejauh ini Guru menggambar ini telah menyelesaikan 20 lukisan cat minyak, termasuk salah satu lukisanya berukuran 2,4m berjudul Leonardo da Vinci The Last Supper, yang bergambar Yesus beserta murid-muridnya yang dia selesaikan dalam waktu 5 bulan.

CHRIS TRUEMAN

Seniman Chris Trueman menggunakan media yang sangat tidak biasa untuk melukis sebuah karya yang Ia beri nama “Self-Portrait With Gun (Foto Pribadi dengan Senapan). Trueman menggunakan lebih dari 200.000 semut mati untuk membuat karya seninya ini, lukisan ini sendiri merupakan representai Potret Adiknya yang sedang memegang senapan dalam bentuk seni lukis.

Untuk membuat karya seninya ini Trueman harus melalui perang batin karena dia sebenarnya tidak suka membunuh semut yang dia gunakan dalam lukisannya ini. Lukisan hasil karya Trueman yang tergolong berlumuran darah semut ini, ini telah ditawar dengan harga mencapai USD 35.000.

KELOMPOK PELUKIS UKRAINA

Sekelompok seniman di Ukraina memutuskan untuk mencoba sesuatu yang tergolong mustahil, mereka ingin mencoba membuat sebuah lukisan di dalam air yang ada di laut hitam. Dengan sebuah peralatan selam para pelukis ini bisa bertahan di dalam air selama kurang lebih 40 menit. Selama waktu itu mereka berusaha untuk menggoreskan cat warna ke atas sebuah kanvas di tengah situasi yang sebenarnya mustahil, yaitu di tengah laut dengan air yang merendam sekeliling mereka.Namun para seniman asal Ukraina ini tidak melakukan aksi mereka tanpa rencana yang matang, agar cat dapat menempel di atas kanvas para seniman ini telah melapisi kanvas itu dengan semacam cairan khusus agar cat dapat dapat menempel pada kanvas walai berada di dalam air. Ternyata ide mereka berhasil, dan mereka berhasil membuat sebuah lukisan pemandangan dalam laut yang Indah.

KIRA AYN VARSZEGI

Seniman asal Amerika Kira Ayn Varszegi, menggunakan payudaranya sendiri sebagai pengganti kuas saat melukis. Teknik melukis Kira sangat otentik tapi juga begitu sederhana, Ia hanya melumuri payudaranya dengan cat minyak kemudian menempelkanya ke kanvas dan sedikit menekannya agar cat itu menempel, proses ini diulanginya berkali-kali sampai dia mendapatkan kompinasi warna yang pas dan merasa puas pada hasil lukisanya.

Kira mengaku tujuannya dari karya seninya adalah untuk membangkitkan emosi, dan memberi ruang baru dalam sudut pangdang keindahan. Yang lebih penting lagi dia ingin membuat orang tersenyum dengan karya seninya, demi tujuanya itu Kira sempat menggunakan berbagi media yang berbeda untu melukis diantaranya, Sikat gigi, Sayuran dan juga bagian-bagian lain dari tubuhnya, meski lukisan Kira terdengar konyol Dia mengaku telah banyak menjual hasil lukisanya di Ebay dengan kisaran harga ratusan Dollar, dan bahkan mengklaim bahwa lukisanya telah terpajang di setiap dinding rumah yang ada di Amerika.

MILLIE BROWN

Milie Brown, seorang pelukis yang telah menciptakan sebuah teknik seni lukis yang bagi kebanyakan akan terdengar sebagai sesuatu yang menjijikan. Milie menyebut dirinya sebagai “Vomit painter” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Pelukis Muntah”. Beberapa orang menyebut apa yang dilakukan oleh Milie sebagai seni, tapi tentu lebih banyak yang tidak sependapat. Cara Millie melukis cenderung diluar kebiasaan para pelukis pada biasanya. Untuk dapat menghasilkan satu lukisan Milie harus meminum susu yang berwarna-warni, kemudian berusaha memuntahkan di sebuah kanvas putih untuk menghasilkan sebuah lukisan bergaya Abstrak.

Butuh waktu lama bagi Millie untuk menguasai teknik “Regurgitasi” (memuntahkan makanan lewat rangsangan pada tenggorokan) sampai dapat menghasilkan lukisan yang sesungguhnya. Salah satu lukisan Millie yang berjudul “Nexus Vomitus” anehnya terjual dengan harga USD 2.400, dan digunakan sebagai latar dalam pertunjukan opera akustik yang diperankan oleh Patricia Hammond dan Zita Syme.

TIM PATCH

Seorang Pria yang berasal dari Australia ini sudah bosan menggunakan kuas yang biasa saja. Namanya adalah Tim Patch, seorang pelukis nyentrik yang telah memutuskan untuk menggunakan kuas yang tidak biasa dan hanya dia yang memilikinya. Kuas yang selalu dia bawa kemana-mana dan sudah dia miliki sedari lahir, dia bahkan menamai kuas kesayanganya itu Picasso. Kuas yang dimaksud Tim adalah alat kelaminnya sendiri. Tim memutuskan untuk menggunakan alat kelaminnya sendiri setelah lama merasa tidak puas dengan hasil lukisan yang menggunakan kuas biasa.

Tim yang memulai karir melukisnya dari jalanan ini, sejak menggunakan kuas ajaibnya mulai bisa tampil dan melakukan demo di berbagai acara yang bertemakan sex. Tapi hal yang paling mengejutkan adalah lukisan hasil kuas ajaib milik Tim ternyata tidak buruk, dan terlihat bagus mengingat kuas yang yang digunakanya memiliki banyak keterbatasan.

VINICIUS QUESADA

Vinicius Quesada adalah seorang seniman jalanan yang berbakan dari Brazil, dan dia dikenal suka menambahkan elemen kejutan dalam karya seninya. Hal itu benar-benar ditunjukan dalam karya seninya yang berjudul “Blood Pies Blues” (Darah dan Urine dalam harmoni), yang dibuatnya benar-benar menggunakan apa yang dia jadikan judul dari lukisan itu yaitu Darah Dan Urine. Seniman jalanan asal Brasil ini berhasil membuat seni psychedelic (penggunaan warna yang cerah dan kontras) dengan sangat rinci dalam karyanya yang bergambar Geisha Berpedang, Monyet yang sedang merokok, dan gambar apokaliptik lainnya.

Vini mengaku hanya menggunakan darahya sendiri, dan hanya mendapat sekitar 450 ml setiap dua bulan sekali. Darah itu diambil dirumah sakit dengan bantuan orang yang ahli, dan dia mengaku tidak pernah menggunakan darah orang lain dan menyebabkan kerugian pada mahkluk apapun untuk lukisannya. Hal ini tidak ada hubunganya dengan ritual agama atau pemujaan setang apapun, karena dirinya merupakan seorang Atheis.

Seniman yang mengaku telah mengumpulkan banyak cadangan darahnya sendiri. Walah banyak orang yang menawarkan darah mereka, dia selalu menolak dan berkata pada orang-orang itu untuk menyumbangkan darahnya ke palang merah yang lebih membutuhkan dari pada karya seni miliknya.