Meraih karir yang cemerlang merupakan impian hampir semua orang. Di saat karir sudah tinggi, perlu keahlian ekstra untuk mempertahankannya. Jatuh atau menurunnya karir, bisa terjadi akibat kesalahan yang fatal dan mungkin tidak kita sadari. Namun, berbeda dengan menteri di bawah ini. Kesalahan yang sepele, membuat para menteri ini mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut kesalahan yang dilakukan para menteri sehingga mereka mengundurkan diri.

Mendiknas Jerman Mundur Karena Plagiat

Annette Schavan ditunjuk Kanselir Jerman Angela Merkel menjadi Menteri Pendidikan Federal mulai 22 November 2005. Dia bertahan cukup lama, hingga periode kedua pemerintahan Merkel. Karirnya hancur pada akhir 2012 setelah seorang narablog dengan nama palsu membongkar fakta, bahwa disertasi Schavan buat meraih status doktor merupakan hasil plagiat. Aksi yang tidak terpuji itu ditemukan muncul 60 kali di pelbagai halaman karya ilmiahnya.

Hasil dari investigasi Universitas Dusseldorf, terbukti Schavan tidak mencantumkan karya tulis yang jadi rujukannya. Dia sekadar menulis ulang substansi penelitian itu, seperti dilansir Koran Der Spiegel. Pada 9 Februari 2013 saat kasus plagiarisme itu mencuat dan menjadi gunjingan masyarakat, Schavan mengajukan pengunduran diri dan diterima oleh Merkel. Mencuri karya tulis orang lain dalam budaya Jerman, termasuk kategori tindakan nista.

Menlu Swedia Mundur Karena Nonton Bioskop

Laila Freivalds diketahui menjabat Menteri Luar Negeri Swedia pada 10 Oktober 2003. Dia menggantikan menteri sebelumnya Anna Lindh yang dibunuh oleh seorang pengidap gangguan jiwa. Sebagai pejabat perempuan, karirnya cemerlang. Laila pernah menjabat menteri kehakiman pada era 1990-an, dan Laila malang melintang sebagai tokoh senior Partai Sosial Demokrat Swedia.

Namun, karir cemerlang itu berakhir tragis pada tahun 2006. Pemicu awalnya adalah Desember 2004, saat tsunami melanda Aceh dan sebagian wilayah Asia tenggara. Saat kejadian itu sudah ramai diberitakan, Freivalds dikabarkan nonton bioskop bersama keluarga. Publik Swedia marah besar, seperti dilansir situs BBC.

Dia dianggap tidak sigap memantau bencana alam, tekanan yang dirasakannya makin parah setelah 500 warga negara Swedia menjadi korban tsunami. Aksinya menutup situs berita dari kelompok sayap kanan semakin menyudutkan Freivalds. Dua tahun terus mendapat cacian, pada 21 Maret 2006 dia akhirnya memutuskan untuk mundur jauh sebelum masa baktinya berakhir.

Menteri Inggris Mundur Karena Membantu Mantan Pacar Mengurus Visa

Menteri Dalam Negeri Inggris David Blunkett yang mulai menjabat pada tahun 2001 adalah politikus populer Partai Buruh. Berkat kebijakan yang progresif, dia dianggap salah satu calon Perdana Menteri di masa depan. BBC mencatat, karir terang itu hancur akibat kesalahannya pada tahun 2003. Blunkett ketahuan media menyalahgunakan kekuasaan p buat mantan pacarnya, bernama Kimberly Quinn.

Ini semua gara-gara Quinn kesulitan melepaskan sang pembantu, warga Filipina bernama Leoncia Casalme mengurus visa. Pengasuh bayinya itu terancam didepak dari Inggris karena masa kerjanya habis. Quinn lantas menelepon Blunkett, meminta agar ppembantunya ‘dibantu’. Saat nepotisme ini diungkap media massa papan atas Inggris seperti News of the World, Daily Telegraph, atau the Daily Mail, Blunkett awalnya mencoba bertahan. Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga membelanya, dan yakin anak buahnya tidak bersalah.

Majelis Rendah Inggris (House of Commons) sampai membentuk panitia kerja khusus. Terbukti, ada pengaruh dari jabatan Blunkett, sehingga visa si pembantu selesai 120 hari lebih cepat dari seharusnya. Pada 15 Desember 2004, Blunkett mengajukan pengunduran diri.

Menkeu Inggris Mundur Karena Ketahuan Kumpul Kebo

Saat Partai Konservatif menguasai Parlemen Inggris pada Mei 2010, David Law segera ditunjuk menjadi Menteri Keuangan. Banyak media menggadang-gadang politikus ini sebagai bakal perdana menteri, karena dianggap pintar. Namun, skandal menimpanya hanya hitungan hari setelah David ditunjuk menjadi bendahara negara. Awalnya, surat kabar the Daily Telegraph edisi 28 Mei 2010, mengungkap bahwa David selama menjadi anggota dewan pada periode 2004-2009, menyalurkan dana tunjangan jabatannya, ke seorang.

Dalam berita surat kabar itu, uang senilai 40 ribu Pound Sterling mengalir dalam bentuk pembayaran kontrakan rumah. Dulu, anggota dewan Inggris bebas menggunakan dana tunjangan sesukanya. Namun, aturan itu berubah pada tahun 2006. Publik akhirnya menilai, sang menkeu berdosa menilap uang rakyat buat membiayai kumpul kebo. Sehari setelah berita itu muncul, David mengakui hidup bersama dan membiayai pasangan kumpul kebonya. Yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata kekasihnya itu merupakan seorang pria bernama James Lundie, seorang humas di firma konsultan media. Sambil jumpa pers itu, David mundur dari posisinya sebagai menkeu.

Dua Menteri Jepang Mundur Karena Traktir Relawan

Kasus pengunduran diri pejabat akibat isu sepele terjadi di Jepang. Dua menteri di kabinet pemerintah Jepang mundur dalam kurun waktu kurang dari dua jam. Mereka terbukti menggunakan dana kampanye yang diambil dari kas negara, untuk mentraktir pendukungnya beberapa bulan lalu menonton bioskop. Stasiun televisi BBC melaporkan, yang mundur adalah Menteri Kehakiman Midori Matshushima serta Menteri Perdagangan dan Industri (METI) Yuko Obuchi. Pejabat dua lembaga negara itu biasanya diisi SDM terbaik.

METI bahkan disebut kementerian superpower, lantaran kebijakan perekonomian Jepang bergantung padanya. Kemunduran keduanya merupakan pukulan telak bagi Perdana Menteri Shinzo Abe, padahal dia ingin membawa lebih banyak lagi perempuan ke pemerintahan. Pada konferensi pers disiarkan di televisi, Obuchi mengatakan undur diri sebab tidak mampu mengurus ekonomi berbarengan dengan penyelidikan soal penyalahgunaan dana kampanyenya yang sedang menjeratnya.