Perpustakaan Unik Di Dunia

Perpustakaan merupakan salah satu tempat yang menyimpan banyak koleksi buku-buku dan juga sebagai salah satu ruang untuk membaca. Di antara perpustakaan-perpustakaan yang ada di berbagai belahan dunia ternyata memiliki desain yang tidak biasa bahkan bisa dibilang sangat modern dan futuristik. Berikut beberapa perpustakaan unik yang ada di Dunia.
BECAK PUSTAKA
Seorang penarik becak di Yogyakarta yang memfokuskan becaknya sebagai perpustakaan yang meminjamkan buku kepada khalayak umum, mulai dari mahasiswa hingga pemulung. Berawal dari hobby, Sutopo menyulap becak dayungnya menjadi ‘Becak Pustaka’. Ia ingin berbagi manfaat buku yang didapatnya dari pemberian orang kepada masyarakat.
Becak yang dipakai untuk mencari rezeki setiap harinya itu, berbeda dengan becak lainnya. Karena, selain untuk mengangkut penumpang, becak itu didesain sebagai perpustakaan. Rak-rak buku ditempatkannya di tengah, memanfaatkan ruangan yang kosong agar tidak mengganggu kenyamanan penumpangnya. Sementara di bagian lain dari Becak Pustaka ini, diberinya dengan beberapa tulisan dengan berbagai warna. Tujuannya, supaya lebih meriah dan menarik perhatian orang yang ditemuinya.
Sehari-hari Sutopo mencari nafkah sebagai penarik becak kayuh. Jika tidak sedang mengantarkan penumpang, pria berusia 74 tahun itu mempersilahkan orang-orang untuk membaca atau meminjam buku secara gratis dari Becak Pustaka yang dia kelola.
Aneka buku koleksi Sutopo menarik minat banyak orang, dari mahasiswa hingga pemulung yang merasa minder masuk perpustakaan yang bersih dan megah. Hal itu semakin menguatkan tekadnya untuk meminjamkan buku.
LOGOS HOPE
Perpustakaan yang diberi nama Logos Hope ini berbentuk kapal yang terlihat sangat besar sehingga mampu menyimpan ribuan koleksi buku. Perpustakaan keliling ini dibuat untuk melayani masyarakat di kepulauan yang tidak terjangkau lewat daratan.
Kapal Logos Hope adalah sebuah kapal perpustakaan terbesar dunia, yang berisikan sebanyak lebih dari 5 ribu jenis buku. Kapal Logos Hope sendiri juga kerap mengadakan kegiatan pameran perpustakaan, dan untuk kali ini masyarakat yang ingin masuk berkunjung ke dalamnya, hanya perlu membayar karcis masuk untuk biaya kebersihan lingkungan sebesar NT$ 20 dan kita sudah dapat merasakan membaca buku di atas air.
Kapal Logos Hope sendiri dikelola oleh sebuah organisasi non pemerintah asal Jerman yang bernama Nobiskrug. Kegiatan yang biasanya dilakukan antara lain pameran perpustakaan di atas air, memberikan pelayanan kepada masyarakat, berbagi pengalaman kehidupan dan juga pertukaran kebudayaan dengan berbagai negara lain. Diharapkan Logos Hope dibuat agad dapat saling berbagi ilmu pengetahuan, saling memberikan bantuan pertolongan dan juga dapat menyatukan seluruh umat manusia di dunia.
The Donkey Library
Keledai selalu diasosiasikan dengan kebodohan. Tetapi di Ethopia, keledai justru dekat dengan pengetahuan. Sebab, salah satu perpustakaan keliling menjadikan keledai sebagai penariknya.
Perpustakaan Keliling Unik ini mirip dengan Donkey Mobile Libraries di Ethopia, perpustakaan keliling ini juga dibawa oleh keledai untuk mendistribusikan buku-buku ke desa-desa terpencil di Magdalena, Kolombia. Luis Soriano adalah seorang yang berada dibalik munculnya perpustakaan keliling ini, ternyata Luis juga seorang pustakawan dan guru.
Saat sampai di sebuah desa, Luis akan menggelar seluruh barang bawaannya dan mendirikan semacam perpustakaan outdoor. Anak-anak yang memang haus akan pengetahuan selalu ramai mengunjungi perpustakaan Luis ini.
Perpustakaan keliling ini mulai beroperasi sejak tahun 2006. Saat ini, perpustakaan keliling dengan keledai ini telah memiliki 6 cabang dan mengantarkan buku dari sekolah ke sekolah, desa ke desa di wilayah Ethopia.
