Perayaan Natal menjadi satu momen yang dapat mengakrabkan seluruh keluarga. Beragam kebiasaan atau tradisi yang mampu membawa keceriaan pun dilakukan agar Natal semakin semarak. Tradisi ini tak hanya dimiliki setiap rumah, tetapi juga berbeda-beda di setiap negara. Ada 5 negara yang memiliki keunikan saat menyambut Natal, yaitu :

CHINA

Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam hal kepercayaan dan menjadi tempat dari asal muasal berbagai tradisi agama-filsafat di dunia. Konghucu dan Tao, ditambah Buddha, yang disebut “tiga pengajaran”, memiliki pengaruh siginifikan dalam pembentukan budaya Tionghoa.

Pada waktu yang bersamaan, Tiongkok dianggap sebagai sebuah negara dengan sejarah humanis dan sekuler yang panjang, yang dikatakan, telah ada sejak zaman Konghucu artai secara resmi dan secara institusional mengakui lima doktrin agama: Buddha, Tao, Islam, Protestan, dan Katolik.

Pada awal abad ke-20 komunitas Kristen tumbuh, tetapi setelah 1949, misionaris asing diusir, dan gereja dibawa ke bawah institusi yang dikendalikan pemerintah. Setelah akhir tahun 1970-an, kebebasan beragama bagi orang Kristen meningkat dan kelompok-kelompok Tionghoa baru muncul.

Di China, perayaan Natal juga dilakukan dengan cukup meriah. Uniknya, dekorasi Natal kebanyakan terbuat dari kertas, mulai dari bunga yang dibuat dari kertas, rantai, hingga lentera kertas. Puncak perayaanpun bukan dirayakan pada tanggal 25 melainkan saat Tahun Baru. Anak-anak pada umumnya menerima hadiah berupa baju baru hingga mainan. Orang-orPang merayakannya dengan makan makanan mewah dan lezat kemudian dilengkapi dengan permainan kembang api. Masing-masing keluarga juga biasanya akan memajang foto-foto para leluhur mereka di ruang utama di rumahnya masing-masing.

INDIA

India adalah salah satu tempat pertama yang dihuni oleh manusia setelah migrasi dari Afrika. Manusia tiba di India melalui pesisir sepanjang Jazirah Arab dan Teluk Persia. Kemungkinan kelompok orang pertama tiba di India sekitar 50.000-an SM.

Sepanjang sejarah India, agama telah menjadi bagian penting dari budaya negara tersebut. Keragaman agama dan toleransi ditetapkan di negara ini oleh hukum dan adat istiadat ; yang konstitusi India telah menyatakan hak untuk kebebasan beragama menjadi hak dasar.

Natal di India termasuk cukup unik. Ketika orang-orang pada umumnya merayakan dengan pohon cemara, mereka justru merayakannya dengan pohon mangga atau pisang. Umat Kristiani yang merayakan juga meletakkan lampu minyak di atas atap rumah atau tembok.

IRLANDIA

Di Irlandia saat malam Natal, rumah-rumah akan dihiasi lilin yang hanya boleh dinyalakan oleh anggota keluarga yang paling muda. Lilin yang kemudian diletakkan di dekat jendela besar itu tidak boleh mati, alias harus menyala semalaman penuh. Hal ini dikarenakan lilin tersebut sebenarnya berfungsi sebagai penerangan bagi orang yang singgah untuk mencari tempat berteduh. Tentunya ini sebagai simbol bagi Maria dan Yusuf yang sedang mencari tempat persinggahan saat sebelum kelahiran Yesus.

SPANYOL

Biasanya ketika merayakan Natal, masyarakat Spanyol meletakkan sebuah diorama tentang kisah kelahiran Yesus yang mereka sebut sebagai Nacimiento di ruang tengah rumah. Lalu, para anggota keluarga akan berkumpul dan berjalan mengelilingi benda tersebut sambil berdoa serta menyanyikan lagu-lagu Natal. Uniknya, mereka juga menggantungkan sepatu-sepatu berisikan permen serta kado di atas jendela rumah.

AMERIKA

Di Amerika, orang-orang biasanya mengadakan makan malam bersama dengan kalkun sebagai menu utamanya. Tak jarang mereka juga saling bertukar kado antara satu dengan yang lainnya. Rumah-rumah juga biasanya dihiasi dengan hiasan-hiasan indah khas Natal seperti pohon Natal, lampu-lampu hias, hingga hiasan dedaunan yang membentuk lingkaran.

Inilah beberapa keunikan yang hanya terjadi setiap setahun sekali di negara-negara mereka yang belum tentu kita ketahui.