Bangunan Bersejarah Yang Dibangun Sebagai Simbol Cinta
Tanda cinta identik dengan bunga dan cokelat, padahal jauh sebelum itu orang-orang di berbagai belahan dunia sudah menunjukkan rasa cinta lewat cara yang lebih monumental. Bukan sekadar hadiah kecil, melainkan bangunan megah yang masih berdiri ratusan tahun kemudian dan kini justru jadi destinasi populer.
Dari Asia hingga Amerika, kisah pembangunannya tidak selalu manis. Ada yang selesai tepat waktu, ada pula yang terhenti di tengah jalan. Menariknya, setiap tempat menyimpan detail yang menarik untuk diketahui.
Berikut bangunan bersejarah yang dibangun sebagai simbol cinta.
BOLDT CASTLE
Di kawasan Thousand Islands, New York, Boldt Castle berdiri di Heart Island, New York, Amerika dengan bentuk menyerupai kastel Eropa. Bangunan ini digagas oleh pengusaha hotel ternama, George C. Boldt, sebagai hadiah untuk istrinya, Louise. Sayangnya, pembangunan berhenti total pada 1904 setelah sang istri meninggal dunia. Selama puluhan tahun kastel ini terbengkalai sebelum akhirnya dipugar dan dibuka untuk umum.
Kini pengunjung dapat menjelajahi ruang dansa, lorong panjang, hingga dermaga pribadi yang menghadap Sungai St. Lawrence. Akses menuju pulau hanya dapat ditempuh dengan kapal, sehingga pengalaman menuju lokasi sudah terasa berbeda sejak awal. Musim panas menjadi waktu terbaik, karena sebagian area ditutup saat musim dingin.
CANDI PLAOSAN
Di Klaten, Jawa Tengah, Candi Plaosan kerap luput dari rencana perjalanan karena perhatian wisatawan biasanya tertuju pada Candi Prambanan yang lokasinya tidak jauh dari sana. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Rakai Pikatan untuk Pramodyawardhani dan dikenal sebagai Plaosan Lor serta Plaosan Kidul. Arsitekturnya memperlihatkan pengaruh Buddha Mahayana yang kuat, namun ditemukan pula elemen bercorak Hindu dalam tata ruangnya. Kombinasi ini terlihat jelas pada arca, stupa, serta struktur mandala yang tersusun rapi di halaman utama.
Jika dilihat dari sisi tata kawasan, Plaosan justru menarik karena komposisinya terbuka dan memungkinkan pengunjung mengamati detail relief dari jarak dekat tanpa pembatas ketat. Area pelataran yang luas memudahkan eksplorasi setiap sudut, termasuk deretan candi perwara yang sering terlewat. Banyak wisatawan datang hanya untuk berfoto di bangunan utama, padahal detail pahatan pada sisi samping menyimpan cerita visual yang lebih kaya. Lokasinya yang lebih tenang dibanding Prambanan membuat waktu kunjungan terasa lebih leluasa, terutama bagi yang ingin memahami struktur candi tanpa terburu-buru.
CORAL CASTLE
Berbeda dari istana atau mausoleum (bangunan monumen megah yang difungsikan sebagai tempat pemakaman di atas tanah ) besar, Coral Castle di Florida terlihat seperti taman batu biasa dari luar. Tempat ini dibangun selama sekitar dua dekade oleh Edward Leedskalnin, sebagai persembahan untuk tunangannya yang membatalkan pernikahan. Ia memahat dan menyusun batu kapur raksasa seorang diri tanpa alat berat. Hingga kini, bagaimana cara ia memindahkan batu-batu tersebut masih menjadi misteri.
Saat berkunjung, kita dapat melihat kursi batu, meja berbentuk hati, hingga gerbang batu yang dapat diputar dengan satu tangan. Lokasinya berada di Homestead, sekitar 45 menit dari Miami, sehingga mudah dijangkau dengan mobil.
DOBROYD CASTLE
Di perbukitan Todmorden, West Yorkshire, Dobroyd Castle berdiri dengan menara dan dinding batu khas kastel Inggris abad ke-19. Bangunan ini didirikan oleh industrialis kaya, John Fielden, sebagai wujud janji cintanya kepada Ruth Stansfield. Arsiteknya, John Gibson, merancangnya dengan gaya Gothic Revival yang sedang populer saat itu. Lokasinya dipilih di atas bukit sehingga kastel terlihat dominan dari kejauhan sekaligus menawarkan panorama lembah yang luas.
Kini Dobroyd Castle lebih sering digunakan sebagai pusat kegiatan dan akomodasi kelompok, sehingga pengunjung dapat merasakan suasana menginap di kastel bergaya klasik dengan fasilitas yang sudah diperbarui. Dari menaranya, pemandangan pedesaan Inggris terbuka tanpa terhalang bangunan modern tinggi, terutama saat cuaca cerah. Akses menuju lokasi cukup mudah dengan kereta menuju Todmorden, lalu dilanjutkan perjalanan singkat menggunakan taksi atau berjalan kaki. Beberapa ruang dalam kastel tetap mempertahankan detail asli seperti perapian besar dan jendela tinggi, sehingga pengunjung dapat melihat langsung karakter arsitektur abad ke-19 yang masih terjaga.
KELLIE’S CASTLE
Di Batu Gajah, Perak, Malaysia, Kellie’s Castle tampil dengan gaya arsitektur yang memadukan Moorish, Indo-Saracenic, dan sentuhan Eropa. Kastel ini dibangun oleh pengusaha asal Skotlandia, William Kellie Smith pada awal abad ke-20 sebagai bentuk kasih sayang untuk istrinya. Pembangunannya terhenti setelah ia meninggal dunia akibat pneumonia saat perjalanan ke Portugal. Struktur bangunan pun dibiarkan tidak selesai sepenuhnya.
Kini wisatawan dapat menaiki tangga sempit menuju atap untuk melihat pemandangan sekitar perkebunan, selain itu banyak tur lokal juga menceritakan kisah-kisah populer yang berkembang di masyarakat setempat. Struktur bangunannya memperlihatkan detail seperti lorong panjang tanpa plester, ruang yang direncanakan sebagai lift namun tidak pernah selesai dipasang, serta dinding bata merah yang kontras dengan lengkungan bergaya Moorish.
KUIL KODAI-JI
Di kawasan Higashiyama, Kyoto, Kodai-ji berdiri dengan suasana yang lebih tenang dibanding area pusat kota yang lumayan ramai. Kuil ini didirikan pada 1606 oleh Kita-no-Mandokoro untuk mengenang suaminya, Toyotomi Hideyoshi, tokoh penting dalam proses penyatuan Jepang. Alih-alih membangun monumen raksasa, ia memilih kompleks kuil Zen dengan taman tertata, paviliun kayu, serta aula utama bergaya Momoyama. Detail ukiran, pintu geser berhias emas, dan tata letak bangunan memperlihatkan selera arsitektur bangsawan pada awal abad ke-17.
Saat berkunjung, kita dapat menjelajahi taman batu yang dirancang dengan komposisi simetris serta hutan bambu kecil yang terhubung lewat jalur setapak. Area makam keluarga Hideyoshi juga berada di dalam kompleks, lengkap dengan gerbang dan tangga batu yang masih terawat. Musim gugur dan musim semi menjadi periode favorit karena perubahan warna daun dan sakura. Informasi dalam bahasa Inggris pun tersedia di beberapa titik, sehingga wisatawan internasional tetap dapat memahami sejarah dan fungsi setiap bangunan tanpa harus mengikuti tur khusus.
TAJ MAHAL
Di kota Agra, Taj Mahal berdiri menghadap Sungai Yamuna dengan warna marmer yang berubah mengikuti cahaya matahari. Bangunan ini didirikan oleh Kaisar Mughal, Shah Jahan, setelah wafatnya Mumtaz Mahal sang belahan jiwa, pada tahun 1631. Proses pembangunannya melibatkan ribuan pengrajin dari berbagai wilayah Asia dengan batu mulia yang didatangkan dari tempat berbeda. Detail kaligrafi di dindingnya dirancang agar terlihat proporsional dari kejauhan, sebuah teknik arsitektur yang sering luput dari perhatian wisatawan.
