Geng Terkenal Asal Indonesia Yang Berbahaya
Mengenai keberadaan kelompok gangster, Indonesia juga memiliki beberapa kelompok kriminal besar yang aktivitasnya sering kali terjadi di malam hari dan menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Berikut beberapa kelompok gangster terbesar di Indonesia yang terkenal kejam, dan ditakuti banyak orang.
BRIGEZZ
Terbentuk pada dekade 1980-an, Brigadir Seven adalah nama awal dari sebuah geng yang didirikan oleh siswa SMA 7 Bandung. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota dan wilayah kekuasaan Brigezz terus bertambah. Pada tahun 1999, geng ini mengubah namanya menjadi Brigadir Gestapu.
Pada awalnya, aktivitas utama Brigess terbatas pada balap liar, namun kemudian bertransformasi menjadi berbagai tindak kriminal. Wilayah kekuasaan Brigezz mencakup Jalan Lengkong Besar dan Kecil, serta Sudirman.
Syarat untuk bergabung dengan geng ini termasuk kemahiran dalam mengendarai motor, serta keberanian dalam melakukan aksi berbahaya dan ritual meminum darah sebagai bagian dari ujian keberanian.
Kepolisian pernah menemukan dokumen yang mengungkap doktrin dari anggota Brigezz. Terdapat tiga doktrin utama yang dipegang oleh anggota, yaitu: beroposisi terhadap polisi, menentang orang tua, dan melakukan kejahatan di waktu malam.
GBR (GRAB ON ROAD)
GBR terbentuk pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung, dengan anggota utamanya adalah para siswa SMP yang memiliki ketertarikan pada segala hal yang berkaitan dengan Jerman. Mereka menggunakan bendera dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hitam sebagai simbol.
Dikenal dengan nama Graber, kelompok ini mengontrol wilayah sepanjang Jalan Sunda, Sumatera, dan daerah sekitarnya. Walau jumlah anggotanya tidak sebanyak anggota XTC atau Brigezz, Graber dikenal sebagai kelompok yang ditakuti dan sulit untuk dikalahkan.
Pada tahun 2005, terjadi insiden dimana markas GBR di Margahayu hampir diserang oleh XTC. Namun, karena anggota XTC tidak muncul sesuai dengan yang diantisipasi, para anggota GBR malah mengambil inisiatif untuk menyerang markas XTC.
M2R (MOONRAKER)
Geng Moonraker didirikan oleh sekelompok siswa SMA yang berada di Jalan Dago pada tahun 1978, terinspirasi dari sebuah film James Bond yang populer saat itu. Simbol dari Moonraker adalah bendera dengan warna merah putih biru, serta sebuah gambar kelelawar.
Dalam hal jumlah anggota, gangster terbesar di Indonesia ini berada di posisi kedua setelah Brigezz, dengan wilayah kekuasaan meliputi area Dago dan Dipatiukur.
Untuk bisa bergabung dengan Moonraker, calon anggota harus memenuhi beberapa kriteria yang mirip dengan geng lain, termasuk kemampuan mengendarai motor dari Lembang tanpa menggunakan rem. Calon anggota juga diwajibkan untuk berduel dengan anggota senior sebagai bagian dari proses penerimaan.
Di dalam struktur organisasi Moonraker, ada posisi panglima perang yang bertugas mengkoordinasikan aksi-aksi saat terjadi konflik dengan geng lain atau dalam situasi perebutan wilayah.
Kejadian kriminal yang menonjol dari Moonraker terjadi ketika beberapa anggotanya melancarkan serangan terhadap Geng XTC, yang mengakibatkan satu anggota meninggal dunia karena luka tusukan pada Desember 2011.
PACINKO
Pacinko dikenal dengan julukan Pasukan Cina Kota, dengan anggota mayoritas berasal dari keturunan Tionghoa. Dibentuk oleh Johny Indo, pada dekade 70-80an, Pacinko menjadi salah satu gengster terbesar dan paling ditakuti. Saat ini, anggota Pacinko telah berusia lanjut.
Namun, Pacinko telah menjadi cikal bakal dari berbagai geng motor lain, di antaranya adalah Gamshi atau Gabungan Anak Muda Berprestasi yang terkenal dengan keahlian balap, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle.
Diantara geng-geng tersebut, Wild Boys berbeda karena sebagian besar anggotanya tidak merupakan keturunan Tionghoa. Geng-geng yang berasal dari Pacinko umumnya memiliki perseteruan dengan Y-GEN.
Sementara itu, NSR (Night Sons Racing) dikenal memiliki hubungan baik dengan Y-GEN, seringkali melakukan konvoi bersama mengelilingi Jakarta.
XTC (EXALT TO COITUS)
Awalnya, Exalt to Coitus berarti ‘menggemari segala hal terkait seks’, namun nama tersebut kemudian diubah menjadi Exalt to Creativity.
Salah satu gangster terbesar di Indonesia ini didirikan pada tahun 1987 oleh tujuh siswa dari sebuah SMA swasta di Bandung. Simbol dari XTC adalah gambar lebah yang membawa samurai. Mereka memiliki semboyan: “Loe asik gw santai, loe usik gw bantai.”
Anggota XTC berjumlah sekitar 5.000 orang yang tersebar di Jawa Barat, dengan Bandung sebagai pusat kegiatan mereka.
Untuk dapat bergabung dengan XTC, calon anggota harus mengikuti serangkaian pengujian di Lembang, yang umumnya mencakup tes ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selain itu, ada juga tes mengendarai motor ke suatu rumah tanpa menggunakan rem.
Aktivitas lain yang dilakukan oleh anggota meliputi konvoi, balap liar, dan tindakan kriminal seperti perampokan.
Y-GEN ATAU YOUNG GENERATION
Geng ini mengusung slogan “Jangan Buat Kami Marah” dan telah ada sejak tahun 1990-an di Jakarta. Menurut cerita yang beredar di milis-milis pengguna motor, Y-Gen sering dianggap sebagai kelompok yang melakukan pembegalan motor.
Mereka biasanya melakukan konvoi besar-besaran, mulai dari puluhan hingga ratusan motor, yang dimulai setelah pukul 12 malam.
Rute konvoi mereka berawal dari sekitar markas Y-Gen di Tanjung Priok, bergerak menuju Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, dan kemudian kembali ke Priok.
Ada banyak cerita yang menyarankan untuk menghindar jika bertemu konvoi Y-Gen, karena mereka dikabarkan akan secara paksa mengambil motor yang berpapasan dengan mereka.
Ciri khas dari geng motor Y-Gen antara lain adalah mereka konvoi tanpa memperhatikan keselamatan berkendara, seperti tidak menggunakan helm dan spion serta mematikan lampu.
Anggota Y-Gen umumnya berusia remaja, dari SMP hingga SMA. Motor yang digunakan oleh anggota geng ini bermacam-macam mereknya, tetapi mesinnya telah dimodifikasi dan dilengkapi dengan knalpot racing yang berisik. Selama konvoi, mereka tidak menunjukkan ketakutan terhadap polisi.
Beberapa komunitas biker pernah menyaksikan bagaimana geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir, namun polisi sering kali tidak dapat mencegah aksi mereka.
