Fakta Unik Tentang Karhutla
Aneh Tapi Nyata – Seperti yang kita tahu, sejak beberapa waktu yang lalu, seluruh masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di sejumlah daerah Pulau Kalimantan, Sumatera, Papua, dan Nusa Tenggara.
Meskipun terjadi di sejumlah daerah, tetapi karhutla terbesar terjadi di Pulau Kalimantan, yakni telah menyebar ke sejumlah Provinsi, seperti Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sebagai informasi bahwa karhutla yang terjadi di Pulau Kalimantan telah menyebar di sejumlah dengan sangat luas, yakni telah mencapai puluhan ribu hektare.
Berikut merupakan rincian sebaran karhutla yang ada di Kalimantan:
– Kalimantan Barat = 38,310 hektare
– Kalimantan Selatan: 8.019,63 hektare
– Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
– Kalimantan Timur: 2.715,76 hektare
– Kalimantan Utara: 400,62 hektare
Karena tingginya sebaran karhutla, maka fenomena tersebut dapat menimbulkan dampak negatif sosial dan lingkungan.
Dampak negatif karhutla terhadap sosial yakni meliputi gangguan kesehatan, lumpuhnya aktivitas masyarakat, hilangnya mata pencaharian atau pekerjaan, dan kerusakan infrastruktur.
Selanjutnya, dampak negatif karhutla terhadap lingkungan yakni melliputi pencemaran udara berat akibat adanya partikel beracun, krisis air bersih, musnahnya flora dan fauna, dan meningkatkan potensi perubahan iklim.
Saat ini seluruh lini pemerintahan sedang berfokus untuk melakukan proses evakuasi dan pemadaman karhutla di daerah Kalimantan dan sekitarnya.
Meskipun karhutla dapat disebut bencana dan fenomena alam, akan tetapi tidak banyak yang tahu bahwa karhutla yang terjadi sebenarnya menyimpan banyak fakta unik di dalamnya.
Fakta unik yang pertama ialah ternyata karhutla di Kalimantan selalu terjadi setiap tahunnya, dan banyak spekulasi dari warga lokal yang menyatakan bahwa karhutla memang sengaja dilakukan untuk membuka lahan yang baru untuk kebutuhan penanaman sawit ataupun kebun lainnya.
Fakta unik kedua yakni karhuta pada tahun 2026 merupakan karhutla terbesar di Kalimantan dan dampaknya telah meluas dan menyebar hingga ke beberapa negara tetangga.
Fakta unik ketiga yakni sebagian besar tanah di Kalimantan merupakan tanah gambut yang berarti tanah tersebut terbentuk karena adanya sisa-sisa tumbuhan dan bahan organik yang tidak dapat terurai secara sempurna sejak ribuan tahun yang lalu.
Fakta unik ketiga itu-lah yang menyebabkan kebakaran lahan dan hutan Kalimantan sangat sulit dipadamkan, karena meskipun di atas tanah sudah tidak ada api, tetapi di bawah tanah tersebut masih seperti goa api yang menyala dan membara.
Solusi Pemadaman

Terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk memadamkan kebakaran di tanah gambut Kalimantan.
Solusi tersebut meliputi suntik gambut menggunakan injeksi zat dan air khusus, petugas harus memasukan alat suntik langsung ke tanah gambut lalu menyiramkan air dan zat pemadam yang dicampur dengan surfaktan atau menggunakan inovasi Hertindo AF31.
Selanjutnya, menyiramkan zat adiktif dan cairan khusus seperti Realiza Anti-Chamas yang disemprotkan langsung dari darat menggunakan helikopter.
Setelah mendapatkan solusi, maka kita sebagai warna negara yang bijak juga harus memikirkan tentang antisipasi agar karhutla yang besar tidak terjadi lagi.
Antisipasi yang pertama ialah dengan membangun sistem pengelolaan air dan sekat kanal, hal tersebut berfungsi agar tanah gambut tetap dalam keadaan lembab basah dan tidak mudah terbakr saat terjadi musim kemarau.
Antisipasi selanjutnya adalah reboisasi dan vegetasi, selalu sigap dalam melakukan pemantauan dan patroli lahan, dan meningkatkan keamanan kapasitas lokal tentang kepedulian lingkungan.
