Fakta Unik Ular Night Adder Tutul
Night adder tutul adalah ular kecil berbisa asal Afrika dengan panjang maksimal sekitar 70 cm, tubuh bercorak cokelat bertutul, dan kepala berpola V khas di bagian atasnya.
Spesies ini tersebar luas di berbagai wilayah Afrika seperti Ghana, Nigeria, hingga Angola, hidup di savana dan gurun, serta aktif pada siang hari walau namanya mengandung kata night.
Gigitannya menimbulkan rasa sakit hebat dan pembengkakan tanpa mematikan manusia, namun hingga kini belum tersedia anti bisa khusus untuk menanganinya.
Walau tidak memiliki kaki, ular tetap harus diwaspadai. Sebab dapat mematikan, bahkan beberapa spesies mampu menghilangkan nyawa manusia. Di Afrika sendiri terdapat satu spesies ular mengerikan yang menjadi ancaman mematikan, yaitu Causus maculatus atau night adder tutul. Ia memang tidak dapat membunuh manusia, tetapi gigitannya mampu menimbulkan rasa sakit tiada tara.
Jika melihat ukurannya yang tidak mencapai 1 meter, namun ular ini dibekali berbagai kemampuan seperti kamuflase hingga gerakan gesit. Ia juga cukup aktif pada siang hari, sehingga presentasenya bertemu dengan manusia cukup tinggi.
Berikut berbagai fakta unik night adder tutul.
AKTIF DI SIANG HARI
Night adder tutul merupakan hewan terestrial yang sering beraktivitas di atas tanah, namun di beberapa kesempatan ia juga bisa memanjat semak-semak atau pepohonan pendek. Secara umum ular ini memiliki gerakan yang lambat, tapi serangannya sangat cepat sehingga sulit dihindari. Kata night di namanya seakan-akan mengisyaratkan gaya hidup nokturnal, menariknya night adder tutul merupakan hewan diurnal yang sangat aktif pada siang atau sore hari.
ANAKANNYA MULAI TERLIHAT PADA BULAN MEI
Night adder tutul akan mulai bertelur pada Februari hingga April, kemudian anakannya akan menetas dan mulai terlihat pada Mei hingga Juli. Sekali bertelur, night adder tutul dapat memproduksi 6-20 telur. Seperti spesies lain, night adder tutul tidak akan menjaga telur-telurnya. Setelah selesai bertelur, ia akan pergi dan menjalani hidup tanpa peduli dengan telurnya. Setelah menetas pun, anakan night adder tutul akan langsung hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya.
BADANNYA KECIL DAN PENDEK
Night adder tutul termasuk ular berukuran kecil, karena panjang maksimal yang hanya 70 centimeter. Tubuhnya mungil, pendek, kepalanya membulat, dan moncongnya pendek. Tiap individu memiliki sedikit perbedaan warna, ada yang gelap tapi tidak sedikit yang memiliki warna terang. Namun warna dasarnya tetap sama, yaitu cokelat dengan corak garis dan tutul di punggung atau samping tubuh. Di atas kepala juga terdapat corak berbentuk V yang menjadi ciri khas hewan ini.
BELUM ADA ANTI BISA UNTUK MENGATASI GIGITANNYA
Layaknya spesies viper lain, night adder tutul merupakan ular berbisa tinggi. Bisa ular ini tidak sekuat viper lain, karena tidak mampu menghilangkan nyawa manusia. Gigitannya akan menimbulkan efek menengah seperti rasa sakit yang luar biasa, pembengkakan, dan demam. Jika tidak ditangani dengan baik, efek yang lebih parah seperti nekrosis juga akan terjadi. Namun setelah dua hingga tiga hari,;semua gejalanya akan menghilang. Sayangnya, hingga kini belum tersedia anti bisa untuk menangani gigitan night adder tutul.
PERSEBARANNYA TERBATAS DI BENUA AFRIKA
Night adder tutul merupakan satwa endemik benua Afrika. Reptil ini menghuni beberapa wilayah, seperti Mauritania, Senegal, Mali, Gambia, Ghana, Togo, Sudan Selatan, Nigeria, Gabon, hingga Angola. Populasinya juga melimpah, sehingga hewan ini tidak dikategorikan sebagai satwa terancam punah. Savana, area kering, hingga gurun menjadi habitat utamanya. Di beberapa kesempatan, night adder tutul juga dapat ditemukan di dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 2,400 mdpl.
