Plasenta merupakan organ yang menghubungkan tubuh ibu dengan anaknya. Plasenta adalah sistem pengiriman dan penyaringan efisien yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Plasenta juga berfungsi menyalurkan nutrisi dan oksigen ke bayi yang sedang tumbuh dan menyaring produk limbah bayi.

Saat bayi lahir, plasenta secara alami keluar bersama bayi baru lahir melalui vagina ibu atau diangkat melalui pembedahan saat operasi caesar. Setelah itu, biasanya plasenta bersama sisa kelahirannya akan dibuang sebagai limbah medis. Namun, ternyata ada orang yang tidak ingin melepaskan plasenta mereka, dan mulai mencari kegunaannya.

Berikut beberapa hal aneh yang dilakukan wanita terhadap plasentanya.

DIJADIKAN KENANGAN

Ada perusahaan yang akan mengubah plasenta menjadi perhiasan, atau menggunakannya untuk membuat bingkai foto. Beberapa orang suka menyimpan kenang-kenangan kelahiran bayinya, dan gelang atau bingkai foto merupakan pilihan yang populer. Alex Green, salah seorang desainer dengan imajinasi yang subur, dia mengambil plasentanya dan membuat boneka beruang darinya.

DIJADIKAN PIL

Jika tidak suka menggoreng plasenta dan menyajikannya untuk makan malam, ada cara lain yang lebih enak untuk mengonsumsinya. Kita dapat memasukkannya ke dalam kapsul dan menelannya bersama teh atau kopi. Organ tersebut dibersihkan, dikukus, dimasak, dikeringkan, digiling, dan dimasukkan ke dalam kapsul. Melakukan hal ini seharusnya menjaga nutrisi dalam plasenta.

Berbeda dengan memakan plasenta, mengeringkannya untuk dijadikan suplemen obat memiliki tradisi yang panjang. Orang Tiongkok telah menggunakan plasenta kering dalam pengobatan tradisional selama bertahun-tahun, bahkan berbagai perusahaan menawarkan layanan kapsul ini. Jika tertarik, kita dapat dengan mudah menemukannya di web. Namun, otoritas kesehatan memberi tahu calon pengguna bahwa bakteri dan virus dapat tetap aktif.

DIMASAK DAN DIMAKAN

pa budaya pasti akan memakannya dalam keadaan tertentu. Manusia mungkin tidak terlalu menyukai hidangan berbahan dasar plasenta, kecuali di dunia hewan. Kebanyakan mamalia termasuk herbivora, akan memakan plasentanya segera setelah melahirkan. Para ahli percaya ini merupakan mekanisme bertahan hidup, karena induknya menyembunyikan bukti kelahirannya sehingga darahnya tidak menarik perhatian predator.

Cara modern memakan plasenta tampaknya berasal dari Amerika Serikat pada tahun 1970an, dan dipopulerkan oleh beberapa selebritas yang menyatakan manfaatnya dalam melawan depresi dan kelelahan pasca melahirkan. Konon, rasanya mirip daging sapi atau hati. Namun ahli gizi memperingatkan, bahwa plasenta manusia dapat mengandung bakteri dan virus dan berpotensi membahayakan. Placentophagy adalah kata teknis untuk memakan plasenta, dan placentophagy merupakan salah satu bentuk kanibalisme masih menjadi perdebatan.

KRIM PERAWATAN KULIT

Di web, kita dapat dengan mudah menemukan petunjuk membuat krim kulit. Mereka lebih murah dan sama bagusnya dengan kebanyakan merek komersial. Namun, ternyata ada krim kulit yang menambahkan plasenta sebagai bahan pembuatannya. Orang yang telah mencoba krim ini memuji khasiat krim plasenta, dengan mengatakan bahwa krim ini bekerja secara ajaib pada stretch mark dan puting pecah-pecah serta membuat kulit terlihat segar dan muda. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa plasenta memberikan manfaat tambahan tersebut, namun dapat menjadi hadiah ulang tahun yang menarik.

MENJUAL PLASENTA

Jika pikiran kita lebih mengarah pada hal praktis daripada spiritual, kita dapat mempertimbangkan untuk menjual plasenta dan produk pasca melahirkan lainnya. Namun, ketahuilah bahwa opsi ini memiliki beberapa masalah hukum karena menjual bagian tubuh adalah tindakan ilegal. Dokter Christopher Centeno, dari Boulder, Colorado, meneliti pentingnya kehidupan setelah melahirkan untuk sebuah blog. Dalam artikelnya, dia memperkirakan bahwa harga pasar untuk melahirkan setelah melahirkan mencapai setengah juta dolar per kelahiran. Jika dapat menemukan pembeli, jumlah ini akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap biaya kebutuhan bayi. Namun, lebih baik tetap menyumbangkannya agar tidak melanggar hukum.