Militer merupakan salah satu institusi yang vital bagi sebuah negara atau wilayah. Tanpa kekuatan militer, kedaulatan suatu negara sangat rentan terancam. Begitu pentingnya sebagai pondasi pertahanan negara, pemerintah di dunia pun berlomba-lomba untuk memperkuat pasukan militer agar mampu mengatasi ancaman dari angkatan bersenjata asing yang ingin merebut teritorial milik mereka.

Namun, ternyata ada negara yang tidak memiliki kekuatan militer sama sekali. Dalam anggaran pendapatan belanja negara mereka pun, tidak terdaftar kebutuhan yang berhubungan dengan alutsista militer.

Contohnya pembelian senjata, riset penelitian, pelatihan tentara, perlengkapan militer, kendaraan tempur hingga biaya untuk menggaji para perwira dan prajurit. Berikut ada beberapa negara yang tidak memiliki kekuatan dan pertahanan militer di dunia

Vatikan

Negara eklesiastik Kota Vatikan yang dipimpin oleh Paus, merupakan negara independen terkecil di dunia, sekaligus kota suci bagi umat Katolik di dunia. Berada di tengah kota roma Italia, dan tidak ada satupun pasukan penjaga perbatasan yang melindungi negara ini sampai sekarang. Dulu pernah ada Pasukan Noble dan Palatine Garda, namun setelah tahun 1970, Paus Paulus VI sebagai kepala pemerintahan menghapus kedua kelompok militer tersebut.

Melihat pentingnya keberadaan lokasi Vatikan sebagai arah kiblat umat Katolik, membuat Pemerintah Italia merasa memiliki kewajiban untuk melindungi negara kecil tersebut yang berada di dalam ibu kotanya Roma. Mereka juga mengirimkan Garda Swiss Sri Paus serta Gendarmerie Corps, pasukan elite kontrak yang bertugas sebagai pengawal pribadi Paus, penjaga istana vatikan, pengatur lalu lintas jalan serta petugas upacara.

Andorra

Andorra adalah suatu negara kecil yang penduduknya hanya berjumlah 85 ribu jiwa. Bahasa resminya yaitu Catalan, dan Katolik Roma merupakan agama mayoritas. Untuk masalah pertahanan negara, Andorra tidak punya pasukan militer sama sekali, hanya petugas Kepolisian yang sebatas menjaga keamanan di lingkungan masyarakat sipil.

Namun, Andorra telah membuat perjanjian dengan Militer Spanyol dan Perancis. Bila ada pihak asing yang mengganggu kedaulatan wilayah negara tersebut, maka militer Spanyol dan Perancis akan ikut campur tangan membela negara mereka.

Liechtenstein

Liechtenstein merupakan sebuah negara yang hanya memiliki batas wilayah 160 km2 setelah diakui kedaulatannya melalui Konfederasi Jerman pada tahun 1815. Bahasa resminya yaitu Jerman, Ibu kotanya Vaduz dan bentuk pemerintahannya monarki semi konstitusional.

Liechtenstein sudah lama menghapus sistem militer di negaranya sejak tahun 1868. Keputusan itu terpaksa diambil karena anggaran belanja negara tidak memungkinkan untuk membayar alutsista militer. Setelah penghapusan kekuatan militer tersebut, tidak ada lagi pasukan yang menjaga stabilitas dan keamanan negaranya sampai saat ini.

Nauru

Nauru merupakan negara republik terkecil di dunia. Selain tidak memiliki pertahanan militer, negara ini juga tidak punya Ibu kota resmi dan jumlah penduduknya hanya 9.378 jiwa. Untuk masalah pertahanan di negaranya, Republik Nauru bergantung penuh kepada pasukan militer dari perwalian PBB. Perwalian tersebut antara lain, Britania Raya, Selandia Baru, dan Australia.

Samoa

Samoa merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di wilayah Samudra Pasifik, sistem pemerintahannya berbentuk Republik Parlementer. Samoa tidak mempunyai angkatan bersenjata, hanya ada beberapa anggota Polisi yang sedikit.

Namun, Samoa mendapatkan perlindungan penuh dari Selandia Baru. Selandia Baru siap untuk melindungi wilayah negara Samoa dari ancaman serangan pihak musuh.

Kepulauan Marshall

Republik Kepulauan Mashall berada di samudera pasifik bagian barat, jumlah penduduknya sekitar 54 ribu jiwa dengan Ibu kota Majuro. Diakui sebagai negara berdaulat setelah diberikan kemerdekaan oleh Amerika Serikat pada tahun 1979. Untuk masalah pertahanan militer, pemerintah AS bertanggung jawab penuh atas keamanan untuk negara tersebut dengan dasar perjanjian Asosiasi Bebas.

Tuvalu

Tuvalu dulunya dikenal sebagai Kepulauan Ellice yang berada di perbatasan Hawaii dan Australia, ibukotanya Funafuti dengan jumlah penduduknya sekitar 10 ribu jiwa. Walau sudah merdeka dari Penjajahan Inggris pada tahun 1978, namun negara ini masih dibawah kekuasaan Ratu Elizabeth II. Tuvalu hanya memiliki sistem keamanan dari Kepolisian Lokal Tuvalu, tanpa ada alat negara di bidang pertahanan seperti pasukan militer.

Kosta Rika

Kosta Rika dalam bahasa Spanyol dikenal sebagai Rep├║blica de Costa Rica adalah negara terkecil kedua di Amerika Tengah. Populasi jumlah penduduknya telah mencapai lebih dari 4 juta pada tahun 201 kemarin dan masih mempertahankan bentuk pemerintahan Republik Presidensial. Sejak diberikan kemerdekaan oleh Spanyol pada.

Selama beberapa abad, mereka dikenal sebagai bagian dari koloni Spanyol sejak abad ke-16. Deklarasi pertama kemerdekaan dari Spanyol terjadi pada 15 September tahun 1821, dan pada 10 Mei tahun 1850 memiliki kedaulatan serta kebebasan penuh untuk mengatur pemerintahannya.

Sebagai negara berkembang mereka lebih mengutamakan untuk merencanakan pembangunan ekonomi, sektor pertanian, pariwisata, dan industri teknologi. Itulah sebabnya, kenapa bidang pertahanan dan keamanan di negeri tersebut tidak pernah dibentuk.

Kepulauan Solomon

Kepulauan Salomon atau Negara Salomon termasuk negara kaya, karena wilayahnya mencakup 992 pulau. Terasa aneh jika Solomon tidak memiliki kekuatan militer sama sekali. Ternyata, kekuatan militer mereka dihapus paksa sejak diambil alih oleh Inggris dan menyatakan sebagai negara Proktetorat dari Kepulauan Solomon. Mereka diperbolehkan mempunyai kepala negara sendiri, namun tetap dibawah kekuasaan Ratu Elizabeth II.

Sebagai negara persemakmuran, Pemerintah Inggris bertanggung jawab atas konflik, kasus kejahatan, dan masalah keamanan wilayah yang mengganggu kedaulatan Negara Solomon.

Grenada

Dengan jumlah penduduk sebanyak 103 ribu jiwa, Grenada menjadi salah satu negara kecil terpadat yang terletak di belahan bumi barat setelah Nevis dan Saint Kitts. Negara ini pernah menjadi pemberitaan dunia saat Pasukan Militer Amerika Serikat, menginvasi kedaulatan negara mereka dengan mengirimkan 1900 tentara.

Invasi tersebut dilakukan atas permintaan organisasi negara milik Karibia Timur, karena mereka khawatir mengenai gerakan sayap kiri yang dipimpin langsung oleh rezim Bernard Coard yang pro Kuba. Alasan lainnya, Pemerintah AS ingin melindungi 1.000 warganya yang bekerja di Grenada. Grenada yang tidak memiliki kekuatan militer sama sekali dan hanya memiliki Kepolisian Royal Granat, tidak berani untuk melawan invasi dari pasukan militer milik Amerika Serikat tersebut.