Rumah seharusnya adalah tempat berlindung, kumpul dengan keluarga, bahkan tempat teraman untuk manusia. Namun, ada pula orang yang di usir dari rumah oleh keluarganya karena alasan yang sepele, bahkan terkesan durhaka. Berikut beberapa kasus orang yang di usir dari rumahnya sendiri oleh keluarganya.

AMERIKA SERIKAT

Seorang pria bernama Michael Rontondo harus menghadapi Mahkamah Agung Amerika Serikat setelah orang tua melaporkannya ke pihak berwajib. Pria berusia 30 tahun ini dilaporkan, karena dianggap menyusahkan orang tuanya dan tidak mau hidup mandiri.

Di usianya yang sudah 30 tahun namun masih numpang hidup dengan orang tua, ini menjadikan orang tuanya geram hingga naik darah.

Orang tua Michael, yaitu Mark dan Christian Rotondo merasa tidak nyaman dengan keberadaan putranya tersebut. Sekian kali pasangan ini meminta buah hatinya untuk bekerja dan tinggal mandiri.

Namun, Michael selalu menolak permintaan orang tuanya. Bahkan setelah orang tuanya memberi surat yang berisi permintaan agar pria 30 tahun itu meninggalkan rumah.

Bukannya segera angkat kaki meski telah mendapat surat pengusiran, Michael tetap betah tinggal di rumah orang tuanya. Orang tuanya juga telah memberinya uang sekitar Rp16 juta agar pria itu mencari tempat tinggal lain di luar sana dan mulai bekerja. Lagi-lagi, ia tidak bergeming dan tetap tinggal di rumah orang tuanya.

Kesal dengan perilaku buah hatinya, Christian dan Mark melaporkan anaknya ke pengadilan setempat atas tuduhan menyusahkan orang lain. Kini, kasusnya masih diselidiki pengadilan setempat dan terus dicari solusi terbaiknya.

INDONESIA

Kisah nenek Eni Susilawati yang diusir oleh cucu dan mantunya viral di media sosial. Nenek Eni berusia 56 tahun kini terpaksa tinggal di Dinas Sosial Kota Bogor, karena bingung harus berteduh di mana.

Beruntung, nenek Eni bertemu Kepala Bidang Rehabsos pada Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin. Sembari menahan tangis, nenek Eni pun menceritakan kisah hidupnya yang memilukan setelah tidak dipedulikan oleh anak-anaknya.

Nenek Eni sebenarnya punya dua anak. Awalnya, nenek Eni tinggal di Jakarta bersama anak perempuan, menantu dan cucunya. Hingga beberapa tahun lalu, nenek Eni bekerja di Jakarta sembari menghidupi kehidupannya sendiri.

Namun belakangan, nenek Eni tidak lagi bekerja karena usianya yang semakin sepuh. Alhasil, nenek Eni pun menggantungkan kehidupannya ke anak perempuannya. Tidak disangka, cucu dan menantunya justru membenci nenek Eni. Hingga suatu hari, nenek Eni diusir secara mendadak oleh cucunya.

Penyebab nenek Eni diusir diduga karena dua hal, pertama karena cucunya ogah menghidup nenek Eni. Alasan kedua diduga karena persoalan sepele yakni sapi. Kepada Dody, nenek Eni bercerita bahwa sapi yang ada di rumah anaknya itu adalah punyanya. Tapi entah kenapa sang menantu justru mengklaim sapi tersebut hingga akhirnya mengusir sang mertua.

Tidak lantas pergi, nenek Eni pun mengadu ke anak kandungnya soal perlakuan kasar cucu dan menantu. Bukannya membela, anak kandung nenek Eni malah pasrah sang ibu pergi.

Segera pergi dari rumah anaknya, nenek Eni pun beranjak ke Bogor. Di sini, nenek Eni berharap bisa mendapatkan tumpangan hidup. Namun, angan-angan nenek Eni pupus saat bertemu sang menantu perempuan. Setibanya di Bogor, nenek Eni justru dimaki-maki oleh menantunya. Kini, nenek Eni memilih untuk tinggal di Dinsos Kota Bogor.

MALAYSIA

Seorang ibu berusia 80 tahun diusir dari rumah oleh putranya sendiri karena alasan yang tak masuk akal dan dipaksa untuk tidur di halte bus. Ternyata wanita renta di Malaysia ini sudah tinggal di halte bus selama setahun. Beruntungnya, masyarakat sekitar membawa kabar ini kepada seorang dermawan terkenal bernama Kuan Chee Heng yang juga pendiri Community Policing Malaysia. Kuan Chee Heng kemudian bergegas ke halte bus di seberang sebuah mal di Serdang, Selangor untuk mengunjungi wanita itu guna mendapatkan cerita lengkapnya

Wanita berusia 80 tahun itu sebenarnya memiliki dua putra dan satu putri. Sebelum tinggal di halte bus, wanita tua ini tinggal dengan salah satu putranya yang merupakan pembuat sepatu. Satu tahun yang lalu, sang putra tiba-tiba memberi tahu dia bahwa mereka tidak punya lebih banyak ruang di rumah dan dengan tanpa perasaan meminta ibunya yang sudah lanjut usia untuk keluar. Wanita tua itu pun kemudian mengemasi pakaiannya dan datang ke halte bus untuk berlindung.

Ternyata sang putra masih mengunjungi ibunya setiap hari dan membawakan makanan, namun ia menolak untuk membawa ibunya pulang dan terlihat tidak peduli bahwa wanita tua itu tidur di ruang publik. Kuan juga mengungkapkan walau sudah renta, wanita itu masih sehat. Kuan berhasil menghubungi putranya dan tercengang ketika ia tidam menunjukkan penyesalan apa pun atas tindakannya yang tidak berbakti. Yang mengejutkan, ia bahkan menyatakan tidak suka orang lain ikut campur dalam masalah keluarganya.

Muak dengan respons anak dari wanita itu, Kuan menghubungi departemen kesejahteraan sosial dan petugas muncul untuk membantu. Dengan bantuan polisi, wanita itu dikirim kembali ke rumah putranya selama satu malam dan akan dipindahkan ke panti jompo di Ulu Yam keesokan harinya.