Kopdes Siap Jadi Garda Terdepan Saat Terjadi Bencana
Aneh Tapi Nyata – Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini, sejumlah daerah di negara Indonesia sedang mengalami fenomena bencana dan musibah.
Sebagai informasi bahwa fenomena bencana dan musibah merupakan suatu peristiwa yang dapat berdampak negatif bagi kehidupan manusia, dan hal tersebut disebabkan oleh faktor alam maupun ulah manusia.
Diketahui, faktor alam yang dapat menyebabkan bencana atau musibah ialah seperti aktivitas geologis (gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi), kondisi hidrometeorologi (cuaca dan iklim), dan kondisi topografi dan gravitasi (pergeseran lempeng bumi dan tanah longsor).
Sedangkan, faktor ulah manusia yang dapat menyebabkan bencana atau musibah ialah meliputi pembalakan liar atau penebangan pohon secara masif tanpa adanya reboisasi, pembakaran hutan, alih fungsi lahan, membuang sampah sembarangan, dan pencemaran limbah industri yang masif tanpa adanya gerakan kepedulian lingkungan.
Meskipun dipengaruhi oleh sejumlah faktor, tetapi faktor utama yang paling terjadi dan menyebabkan bencana adalah faktor ulah manusia.
Contoh dari faktor ulah manusia yang dapat menyebabkan bencana baru-baru ini ialah seperti pembalakan liar secara masif di daerah hutan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor hebat hingga menelan banyak korban jiwa.
Selanjutnya, beberapa waktu yang lalu, terdapat aktivitas penggundulan hutan dan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Provinsi Kalimantan sehingga banyak masyarakat terdampak yang mengalami penyakit gangguan pernapasan.
Fakta unik yang didapat dari bencana tersebut ialah, ternyata saat ini masih banyak sekali pihak atau perusahaan besar yang tidak peduli dengan kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jadi, mereka para pihak penguasa atau perusahaan besar selalu melakukan aktivitas dan segala cara untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usahanya saja, tanpa memikirkan dampak terhadap sosial dan lingkungan.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah dengan tegas telah meminta kepada seluruh perusahaan di Indonesia, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Swasta untuk mengimplementasikan program CSR (Corporate Social Responsibility) dan SDGs (Sustainable Development Goals).
Bukan hanya mewajibkan perusahaan untuk menerapkan CSR dan SDGs saja, tetapi pemerintah juga telah mempunyai program unggulan untuk menanggulangi dan menyelamatkan masyarakat dari bencana.
Salah program tersebut yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, pemerintah telah mengembangkan fasilitas kesehatan di seluruh Kopdes Merah Putih (KDMP) untuk membantu penanganan warga terdampak bencana.
Anggota Ombudsman, Robert Na Endi Jaweng mengatakan, pemerintah telah menargetkan KDMP untuk menjadi garda terdapan bagi warga terdampak bencana serta siap dijadikan tempat keselamatan saat situasi darurat.
Hal tersebut didukung dengan adanya fasilitas tambahan kesehatan seperti, obat-obatan melalui unit apotek, tenaga medis, dan pelayanan kesehatan yang tanggap darurat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, pihaknya secara resmi telah membuka peluang kerja sama dengan klinik Kopdes Merah Putih dengan sejumlah ketentuan dan syarat yang berlaku.
Menurut Prihati Pujowaskito, pihak BPJS Kesehatan bisa saja menjadi mitra di klinik KDMP dan masyarakat dapat berobat dengan gratis dan nyaman, tetapi KDMP harus terlebih dahulu menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Disisi lain, Prihati Pujowaskito juga berharap agar proses pelaksanaan kerja sama antara KDMP dengan BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan cepat dan transparan, agar seluruh warga desa tidak kesulitan lagi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang gratis dan terjamin.
