Umat Islam di seluruh dunia telah menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Ada beragam tradisi Idul Adha di berbagai negara yang menarik untuk diketahui. Berikut tradisi Idul Adha dari berbagai negara yang ada di Dunia.

ARAB SAUDI

Hari Raya Idul Adha merupakan satu dari tiga hari libur yang diisi dengan acara perayaan oleh penduduk Arab Saudi. Dikutip dari situs Visit Saudi, dua hari libur lainnya yang diisi dengan perayaan adalah Hari Nasional (National Day) dan Hari Raya Idul Fitri Tradisi unik di Arab Saudi untuk merayakan Idul Adha adalah menyembelih unta. Namun, sebagian umat Islam Arab Saudi juga berkurban domba atau kambing. Saat perayaan Idul Adha, sebagian besar kegiatan bisnis di Arab Saudi tutup selama tiga hari. Menariknya, daging kurban di Arab Saudi didistribusikan sampai ke negara tetangga yang membutuhkan.

CHINA

Sebagian umat Islam China mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha beberapa pekan sebelum hari H. Pada umumnya, muslim China memasak kue dan makanan ringan untuk menyambut Lebaran Haji. Selain itu, mereka memiliki tradisi pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.

KAZAKHSTAN

Guna memeriahkan perayaan Hari Raya Idul Adha, warga Kazakhstan berkumpul untuk bertukar hadiah dan berbagi makanan dengan orang yang kurang beruntung. Bagi mereka, Idul Adha sudah menjadi perayaan budaya lokal. Selain itu, warga Kazakhstan membuka pintu rumah mereka untuk  dikunjungi sanak saudara atau tetangga. Mereka juga menyediakan aneka hidangan khas Kazakhstan.

KOSOVO

Hari Raya Idul Adha di Kosovo dikenal sebagai Kurban Bajramit. Uniknya, anak-anak kecil di negara itu mengenakan pakaian tradisional Kosovo berwarna cerah dan kopiah berwarna-warni saat melaksanakan shalat Id.   Sementara, para orang dewasa berdandan rapi mengenakan pakaian terbaik mereka untuk melaksanakan shalat Id.

MADINAH

Selain Mekkah, Madinah merupakan kota suci umat Islam di dunia. Saat Hari Raya Idul Adha, para jemaah haji yang sudah selesai menunaikan ibadahnya, berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah. Masjid Nabawi mempunyai nilai sejarah lantaran merupakan masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah. Usai ziarah, jemaah haji biasanya membeli oleh-oleh di dekat Masjid Nabawi, seperti kain, makanan, dan perhiasan.

MEKKAH

Berbicara mengenai Hari Raya Idul Adha erat kaitannya dengan ibadah haji di Mekkah. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji.  Sebab, para jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, untuk berdoa dan berzikir sampai matahari terbenam. Selanjutnya, jemaah haji menuju Muzdalifah untuk bermalam atau mabit di sana.  Muzdalifah merupakan daerah yang terletak di antara Arafah dan Mina. Jemaah haji mengumpulkan batu kerikil di tempat ini, yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.

MESIR

Saat Hari Raya Idul Adha, jalanan di Kairo, Mesir dipenuhi dengan darah dari hewan kurban. Sudah tradisi masyarakat setempat, bahwa proses penyembelihan hewan kurban dilakukan di pinggir jalan. Menghindari melihat darah di jalanan Kairo, Mesir pada Hari Raya Idul Adha adalah hal yang mustahil. Proses penyembelihan hewan kurban tersebut dapat dilakukan kapan saja mulai dari setelah shalat Id, yaitu 10 Dzulhijjah hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah yang bertepatan dengan akhir hari tasyrik.

PAKISTAN

Umat Islam Pakistan memiliki tradisi unik yakni memandikan dan merias hewan kurban. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan hewan kurban, tradisi ini bertujuan untuk menghormati Nabi Ibrahim As. Para wanita muslim menghiasi tangan mereka dengan henna organik dan mengenakan jilbab warna-warni sebelum shalat Id, sedangkan para pria mengenakan pakaian tradisional Pakistan, salwar kameez serta parfum alami.  Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Pakistan menetapkan libur Hari Raya Idul Adha selama empat hari. Tepatnya, mulai dari 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan akhir hari tasyrik.